JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tak Terduga di Tengah Pandemi Covid-19, Penderita HIV di Blora Bertambah 17 Orang

Ilustrasi HIV/AIDS. Puixabay

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah pandemi covid-19 telah terjadi krisis kesehatan akibat penularan virus corona. Di saat pemerintah tengah fokus kerja keras mencegah penyebaran covid-19, ternyata ada penambahan penderita penyakit yang juga belum ditemukan obatnya.

Penyakit tersebut adalah HIV/AIDS. Di Kabupaten Blora, jumlah penderita HIV/AIDS mengalami penambahan di tengah pandemi covid-19. Penambahan penderita HIV/AIDS diketahui melalui Voluntary Counselling and Testing (VCT) secara mobile di sejumlah lokalisasi di Jepon dan Cepu.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mencatat, telah menemukan 17 penderita HIV baru.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto, di tengah pandemi covid -19 hingga saat ini yang belum juga usai, pihak Dinkes Blora tidak hanya mengurusi covid saja. Permasalahan kesehatan lainnya, yakni HIV/AIDS juga menjadi perhatian khusus.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama dengan GRMS untuk Sinkronisasi Data Covid-19

Untuk mendeteksi penularan HIV/AIDS, pihak Dinas Kesehatan Blora menggelar VCT secara mobile di sejumlah lokalisasi (prostitusi) yang ada di Kabupaten Blora.

“VCT atau voluntary counselling and testing, sebagai konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, dan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. Sebenarnya, VCT bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit maupun klinik penyedia layanan VCT,” terang dia.

Ia melanjutkan, untuk mendeteksi penularan HIV/AIDS, pihak Dinas Kesehatan Blora menggelar VCT secara mobile di sejumlah lokalisasi (prostitusi) yang ada di Kabupaten Blora.

Hasilnya, sebanyak 17 penderita HIV/AIDS baru berhasil terdeteksi.

“Pada saat kami menggelar VCT secara mobile di sejumlah lokalisasi yang ada di Jepon, Cepu ditemukan sebanyak 17 penderita HIV baru,” ujar dia, Rabu (13/8/2020).

Baca Juga :  Jika Dinilai Berbahaya, Gubernur Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Pertimbangkan Usulan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Secara rinci disebutkan oleh Lilik Hernanto, saat VCT di lokalisasi Kampung Baru Jepon, dari  40 orang yang diambil sampel darah, hasilnya tujuh orang reaktif atau positif HIV.

“Selanjutnya saat menggelar VCT  di Sumber Agung Cepu, dari 55 orang yang diambil sampel darah,  lima orang di antaranya hasilnya reaktif. Lalu hasil VCT di Nglebok Cepu, dari  50 orang yang diambil sampel darah,  diketahui ada orang yang reaktif,” jelas dia.

Ia juga menguraikan, pemeriksaan tes HIV melalui Klinik VCT Mobile di tiga tempat itu, total kasus   HIV yang  ditemukan ada 17 orang.

Penting untuk diketahui, berdasarkan jumlah penderita HIV/AIDS keseluruhan di Blora, total ada 79 kasus. Rinciannya, 42 HIV dan AIDS 37. Satria Utama