JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Balita Cantik asal Plupuh Sragen Yang Hilang Misterius Ternyata Sempat Dua Kali Menghilang dan Ditemukan di Dekat Sungai Bengawan Solo. Pencarian Libatkan 50 Personel Gabungan

Warga dan kerabat menunggu di dekat Sungai Bengawan Solo. Insert foto korban. Foto kolase/Wardoyo
Warga dan kerabat menunggu di dekat Sungai Bengawan Solo. Insert foto korban. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah tragis balita cantik bernama Reva Anindia (4,5) asal Dukuh Driyan, RT 4, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Sragen, yang hilang misterius, Senin (7/9/2020) menguak fakta lain.

Putri sulung dari Yanti itu diketahui sebelumnya sempat dua kali hilang dan dua kali ditemukan berada di Sungai Bengawan Solo. Kebetulan rumah korban hanya berjarak 30 meter dari sungai.

Dugaan sementara, balita berparas manis itu terpeleset lalu hanyut di aliran Bengawan Solo. Hingga malam ini puluhan relawan SAR gabungan dikerahkan untuk mencari keberadaan bocah perempuan tersebut.

“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya warga sempat berinisiatif mencari di sepanjang bantaran sungai. Dugaannya korban terpeleset karena ditemukan jejak kaki terpeleset di sekitar lokasi,” ujar rescuer Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos SAR Surakarta, Gohan Wijayana, dihubungi wartawan, Senin (7/9/2020).

Gohan menuturkan berdasarkan informasi warga, kejadian ini berawal saat ibu korban, Yanti (34), mencari anaknya di sekitar rumahnya. Warga berinisiatif mencari di bantaran Bengawan Solo di dekat rumahnya.

Baca Juga :  Pulang dari Jakarta, Warga Miri Sragen Ketahuan Positif Covid-19 dan Dirawat di Rumah Sakit. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 514, Jumlah Warga Meninggal Sudah 68 Orang

Korban selama ini termasuk anak yang memerlukan perhatian khusus. Namun dari penuturan keluarga, korban sempat dua kali pergi dari rumah.

“Sebelumnya pernah dua kali pergi dari rumah, dua kali ditemukan di tepi sungai,” terang Gohan.

Gohan menjelaskan untuk pencarian korban, melibatkan 50 personel relawan SAR gabungan yang diterjunkan untuk melakukan pencarian korban.

Mereka berasal dari Basarnas Pos SAR Surakarta, BPBD Sragen, SAR Himalawu, SAR Poldes, Tagana, FKPPI, SAR MTA dan perangkat Desa Gentan.

“Malam ini diputuskan akan dilakukan pemantauan. Karena kendala kondisi lokasi yang gelap, kami juga tidak tahu karakteristik aliran sungai sekitar lokasi. Informasi warga kedalaman air sekitar tiga hingga lima meter,” terangnya.

Pemantauan sementara difokuskan di bantaran dengan memasang tiga buah lampu besar dengan radius 50 meter dari lokasi temuan jejak kaki. Pemantauan tersebut akan dilakukan dengan sistem shift sampai besok pagi.

“Besok pagi baru dilakukan operasi dengan masuk ke air serta penyusuran menggunakan perahu karet,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sudah Penjarakan 4 Orang, Bantuan Alsintan di Sragen Kini Diwanti-wanti Tanpa Pungutan Apapun. Ada 52 Kelompok Penerima, Bupati Yuni: Kalau Mau Sodaqoh, Sodaqohlah ke Warga Tidak Mampu!

Reva dilaporkan hilang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kejadian hilangnya diketahui sekitar jam 14.00 WIB tadi. Ceritanya sudah nggak ada di rumah, dicari-cari tidak ketemu,” papar Sutarto, tetangga korban, Senin (7/9/2020).

Karena tidak ketemu, orangtua korban kemudian melapor ke perangkat desa. Informasi itu kemudian diteruskan ke aparat dan SAR.

Warga menduga, balita malang itu terpeleset saat bermain di dekat Bengawan Solo. Kebetulan rumah korban juga relatif tak jauh dari bengawan.

“Tadi ditemukan jejak kaki kecil menuju ke sungai. Dugaannya itu kaki korban, dia mungkin bermain ke sungai dan kepeleset. Karena tiga hari terakhir, dia sering main ke sungai,” terang Sutarto yang juga PNS Dishub Sragen tersebut.

Kades Gentan Banaran, Sugito membenarkan kejadian itu. Menurutnya saat ini masih dilakukan rapat untuk melakukan pencarian.

“Ini masih dirapatkan Pak,” tuturnya.

Korban diketahui merupakan anak sulung dari Yanti. Selama ini, balita mungil itu tinggal bersama ibunya. Wardoyo