JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Mahasiswa UNS Bina Kaum Difabel untuk Produksi Batako

Dok Pribadi

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Enam orang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan sosialisasi program pembinaan kelompok disabilitas di Desa Plosorejo dalam memproduksi batako secara mandiri.

Ke enam mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Mereka adalah Muhammad Yusuful Alfasyada, Nur Kholifah Putri Taufani, Puspita Annisa Utami, Sri Yani, Dhimas Ridha Arrahman dan Nurul Fadhilah.

Sosialisasi dilakukan Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB melalui aplikasi Zoom. Program tersebut dihadiri oleh lima orang anggota kelompok disabilitas dan seluruh tim PKM-M Batako Disabilitas (BATAS).

Baca Juga :  SMKN 2 Ponorogo Jatim Gandeng Kampus Dosen Jualan Jogja Bekali Siswa Dengan Pelatihan Digital Marketing

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mitra terkait perubahan cara pelaksanaan program PKM. Yang awalnya dalam bentuk luar jaringan (luring), akhirnya berubah menjadi dalam jaringan (daring),” ujar Muhammad Yusuful, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Yusuful menjelaskan,selama pelaksanaan program pengabdian itu, tim PKM-M BATAS diwajibkan menghasilkan luaran berupa video yang berisi konsep pelaksanakn program pengabdian dan buku panduan mengenai langkah-langkah dalam melakukan produksi batako hingga pemasarannya.

Baca Juga :  UMS Kirim Tiga Tim Robotic dalam Kontes Robot Indonesia. Digelar secara Online, Tampilkan Robot Penyemprot Disinfektan dan Robot Tari Enggang

Di luar itu, ujar Yusuful, Tim PKM-M BATAS juga mencoba membuat video tutorial tentang cara produksi batako dalam bentuk animasi sebagai sarana untuk mempermudah kelompok mitra dalam memahami materi yang diberikan.

Sementara itu, Kirno sebagai ketua dari kelompok disabilitas berharap program pengabdian itu dapat menunjang perekonomian anggotanya serta sebagai sarana pembuktian bahwa meski dalam keterbatasan kelompok disabilitas tetap dapat berkarya dan menebar kebermanfaatan. suhamdani