JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Megawati Minta Calon Pemimpin Tak Permainkan Rakyat

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para calon pemimpin diminta tidak mempermainkan rakyat, karena akyat adalah pemegang kedautalan rakyat.

Demikian dikatakan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di acara pengumuman pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah dari PDIP, Rabu (2/9/2020).

“Rakyat itu pemegang kedaulatan, jangan dipermainkan,” kata Mega.

Mega mengaku sudah mendapat informasi adanya pihak yang membagi-bagikan uang agar dipilih di Pilkada 2020. Namun, ia mengaku memilih diam lantaran pihak yang melakukan hal tersebut bukan calon dari PDIP.

Baca Juga :  Bermodus Rindu, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

“Saya sudah lihat di beberapa tempat, mendapatkan laporan, tapi bukan dari kita (calon PDIP), untung orang lain,” kata Megawati.

Menurut Mega, Pilkada 2020 harus berjalan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil alias luberjurdil. Dia juga menyebut rakyat tak akan bisa terus-menerus dibohongi.

“Bisa suatu saat dibohongi, tapi bukan berarti setiap saat. Mungkin sekali, tapi tidak setiap saat,” kata mantan presiden ini.

Baca Juga :  Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Sebanyak 24 Warga Kota Banda Aceh Dihukum Menghafal Surat Pendek Alquran

Mega berujar, masyarakat semakin pintar setelah mereka diberi hak memilih secara langsung. Menurut dia, rakyat bisa saja menerima uang yang diberikan, tetapi tidak memilih si pemberi uang itu pada saat hari pencoblosan.

“Apa dipikir saya enggak suka ngomong sama rakyat? Saya dengerin mereka ngomong. ‘Kalau dikasih uang sembako, kami boleh nerima ya Bu?’ Ya itu hak kamu. ‘Terus kami kan memilih hak kan Bu?’ Oh iya,” kata Megawati bercerita.

www.tempo.co