JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Menguak Cerita di Balik Sendang Keramat Kalimah Toyyibah

Sendang kramat Kalimah Toyyibah / najmi yafi - joglosemarnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di era milenial ini, kekuatan magis yang terkandung dalam sebuah tempat atau benda, merupakan sesuatu yang langka.

Salah satu yang langka ini adalah Sendang Kalimah Toyyibah, yang berlokasi di Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Sendang ini, kabarnya memiliki kekuatan magis yang sulit dinalar manusia.

Menurut para pengunjung, air yang yang keluar dari sendang ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Mualim, Ketua pengurus Sendang Kalimah Toyyibah mengisahkan, cerita bermula pada tahun 1986, seorang mahasiswa datang ke Desa Nyatnyono.

Mahasiswa tersebut sebelumnya sowan ke rumah mbah Mat, yaitu salah satu tokoh agama di desa tersebut. Oleh tokoh agama tersebut, ia diarahkan untuk mandi di sumber air yang baru di Desa Nyatnyono.

Tak lama kemudian Mbah Mat dan jemaahnya datang ke sumber air tersebut dan berdoa di sana. Setelah kejadian itu, anehnya, tiba-tiba banyak orang mendatangi sendang tersebut dari berbagai daerah.

“Bahkan untuk jalan pun susah, karena banyaknya orang. Warga setempat juga tidak menyadari dan bahkan terkejut karena sendang tersebut tiba-tiba ramai,” ujarnya kepada Joglosemarnews beberapa hari lalu.

Nama sendang Kalimah Toyyibah sendiri memiliki sejarahnya sendiri. Menurut Mualim, Kalimah Toyyibah hampir serupa dengan syahadat.

Baca Juga :  Jateng Kembali Raih TPID Award, Berhasil Tekan Inflasi sejak Tahun 2015

Hal itu karena penemu sendang tersebut merupakan salah satu ulama. Selain itu, tempat tersebut identik dengan keagamaan, terutana Islam.

“Harapannya, orang yang mampir ke sendang itu bisa masuk Islam. Ini bukan berarti orang non muslim tak boleh datang ke sendang ini,” ujar Mualim saat ditemui Joglosemarnews.

Dalam kondisi new normal seperti saat ini, Sendang Kalimah Toyyibah masih cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Untuk masuk ke sendang ini pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun jika ada seseorang yang ingin membayar, sebagai gantinya tempat ini menyediakan Kotak amal secara sukarela.

Hasil dari kotak amal tersebut lebih dari 75 persennya dianggarkan untuk membangun fasilitas Sendang serta untuk membangun masjid yang ada di sebelah sendang.

Sendang Kalimah Toyyibah buka hingga 24 jam, tetapi biasanya pengunjung dari luar daerah mualai ramai berdatangan saat menjelang sore hari.

Kabar yang beredar bahwa air dari sendang ini dapat menyembuhkan penyakit justru bukan dari warga setempat melainkan dari pengunjung luar daerah.

Bahkan warga Desa Nyatnyono sendiri tidak mengetahui bahwa air sendang ini bisa menyembuhkan penyakit. Biasanya orang datang ke sini tidak hanya untuk menyembuhkan penyakit, tapi ada juga yang ingin agar pekerjaannya dilancarkan, ujiannya dimudahkan, bahkan menurut Pak Mualim, ada seorang perempuan bertato yang datang ke sendang itu untuk mengubah hidupnya agar lebih baik.

Baca Juga :  60 Warga Pelanggar Protokol Kesehatan Disanksi Sosial

Air di sendang itu, menurut Mualim bahkan pernah diteliti oleh seseorang, namun hasilnya nihil. Menurut dia, yang menyebabkan air sendang Kalimah Toyyibah bisa menyembuhkan penyakit lebih karena doa dan keyakinan.

“Dan air ini merupakan berkah, karomah dari sang pencipta,” ujarnya.

Setelah mandi di sendang, biasanya para pengunjung mengambil air sendang untuk dibawa pulang, dan para pengunjung bebas mengambil air sebanyak yang bisa mereka bawa.

Ada cerita menarik tentang air sendang itu. Menurut Mualim, suatu ketika ada seorang pengunjung yang membawa pulang air sendang tersebut.

“Niat pengunjung itu ingin membayar air itu dengan memasukkan uang Rp 500 ke dalam kotak amal. Namun setibanya di rumah, air sendang yang ia bawa dalam botol hilang dan berubah menjadi uang Rp 500,” ujarnya.

Di Sendang Kalimah Toyyibah juga terdapat larangan-larangan yang harus dipatuhi pengunjung yang hendak mandi.

“Tidak boleh kencing di sekitar pemandian, tidak boleh telanjang bulat, wanita yang sedang datang bulan tidak diperkanankan masuk, tidak boleh memakai perhiasan, dan itu semua semata-mata untuk keamanan pengunjung,” pungkas Mualim. najmi yafi