JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Operasi Yustisi Penegakkan Protokol Kesehatan Terus Dimasifkan

Bupati Blora Djoko Nugroho bersama Dandim 0721/Blora, Kabag Ops Polres Blora, Sekda, dan OPD terkait mengikuti rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invetasi, Luhut Binsar Panjaitan serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Istimewa

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invetasi, Luhut Binsar Panjaitan serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19, Kamis (17/9/2020) lalu.

Saat itu, Bupati Blora Djoko Nugroho bersama Dandim 0721/Blora, Kabag Ops Polres Blora, Sekda, dan OPD terkait mengikuti rakor yang dilaksanakam secara virtual.
Dalam Rakor tersebut, Menteri Luhut dan Gubernur Ganjar membahas langkah-langkah Peningkatan Recovery Rate dan menurunkan Mortality Rate melalui Manajemen Perawatan Pasien Covid-19.

“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate (tingkat kesembuhan) dan penurunan mortality rate (tingkat kematian),” kata Luhut.
Atas instruksi itu, pihaknya segera mengundang kepala daerah serta pimpinan TNI/Polri untuk melakukan rapat koordinasi secara virtual.

Menteri Luhut juga menjelaskan untuk mencapai tiga sasaran penanganan penularan Covid-19 itu, pihaknya telah menyusun tiga strategi.

Baca Juga :  Tabrak Truk yang Cari Lokasi Parkir, Wanita Paruh Baya Tewas di Jalan Kudus-Pati

“Yang pertama yakni operasi yustisi untuk penegakan disiplin protokol kesehatan, peningkatan manajemen perawatan pasien Covid-19 untuk menurunkan mortality rate dan meningkatkan recovery rate serta penanganan secara spesifik klaster-klaster Covid-19 di setiap daerah,” terangnya.

Menurut Menteri Luhut, operasi yustisi dilakukan sebagai upaya menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan yang masih kerap diabaikan masyarakat.

“Kita harus melakukan operasi yustisi untuk menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan karena kalau kita tidak tindak keras pelanggarnya, maka mau PSBB sampai 10 kali juga kondisi tidak akan segera membaik,” tegasnya.

“Saya minta masing-masing provinsi untuk menajamkan strateginya, harus jelas pembagian tugasnya siapa berbuat apa dan kita deploy (menyebarkan) semua sumber daya yang kita miliki,” lanjutnya.

Dalam rakor yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Ganjar menyampaikan bahwa Pemprov Jateng akan melakukan optimalisasi fungsi Jogo Tonggo di tingkat RT, RW, dan Kelurahan serta melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan serentak di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Cegah Pencegahan Penyebaran Virus Corona, Grab Luncurkan Layanan Digital

Senada dengan Gubernur, Bupati Djoko Nugroho usai mengikuti rakor secara virtual itu langsung melaksanakan koordinasi dengan Dandim, Kabag Ops, Sekda dan OPD terkait guna merumuskan langkah yang akan dilakukan untuk terus menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Blora.

“Kita siap menindaklanjuti arahan pusat dan provinsi. Saat ini Blora sendiri juga sedang gencar melaksanakan operasi yustisi atau razia penegakan protokol kesehatan. Selain melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP, kami juga minta agar organisasi kepemudaan diajak ikut melakukan operasi,” ungkap Bupati.

Berdasarkan data monitoring, Kamis (17/9/2020) persebaran Covid-19 di Kabupaten Blora sudah mencapai 370 kasus. Yang mana tingkat kesembuhannya cukup tinggi, yakni 87 persen atau sejumlah 322 pasien dinyatakan sembuh.

Sedangkan yang dirawat masih ada 23 dengan rincian 5 di rumah sakit dan 22 menjalani isolasi secara mandiri di rumah. Adapun pasien meninggal dunia tetap sama 25 orang. Ahmad|Satria Utama