JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Pasar Cepogo Boyolali Terbakar Hebat, 11 Mobil Damkar dari Solo Raya Salatiga dan Semarang Berhasil Jinakkan Api dalam 4 Jam

Pasar Cepogo, di Kabupaten Boyolali terbakar pada Kamis (17/9/2020) malam. Foto: Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kebakaran yang melanda Pasar Cepogo, di Kabupaten Boyolali hingga saat ini belum padam pada Kamis (17/9/2020) malam. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya keras memadamkan bara api yang semakin meluas.

Data yang dihimpun, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Hanya saja, petugas pemadam kebakaran butuh waktu hingga empat jam untuk memadamkan ganasnya bara api.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, saat dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2020) malam, mengungkapkan, proses pemadaman butuh waktu hingga empat jam. Bara api mulai dapat dijinakkan sekitar pukul 22.10 WIB setelah mulai terjadi kejadian kebakaran sekira pukul 18.00 WIB.

“Iya, Alhamdulillah api sudah dapat dipadamkan,” terang dia.

Bambang Sinungharjo memastikan lebih lanjut bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang melanda di Pasar Tradisional Cepogo ini.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu orang mengalami cidera akibat terkena kaca dan langsung mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas setempat,” imbuh dia.

Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali Dono Rumekso, menyampaikan, untuk memadamkan api di Pasar Cepogo, sebanyak 11 truk pemadam kebakaran dikerahkan. Truk pemadam kebakaran yang datang ke lokasi berasal dari Boyolali, Salatiga, Kabupaten Semarang dan Solo Raya.

Seperti diberitakan, sejumlah mobil tangki air bersih juga didatangkan ke pasar tersebut untuk menyuplai air ke mobil pemadam. Sementara petugas Kepolisian dan TNI juga masih mengamankan lalu lintas di sekitar lokasi.

Data yang dihimpun, ganasnya bara api telah menghanguskan sejumlah kios dan los di Pasar Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Kuat dugaan, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di salah satu kios. Upaya pemadaman api menemui kendala akibat kencangnya tiupan angin dan banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga membuat api sulit dikendalikan.

Hingga saat ini api belum dapat dipadamkan. Petugas juga kesulitan karena kobaran api semakin meluas ke tengah pasar.

Sejumlah pedagang tampak berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya yang tersisa dari kobaran api. Satria Utama