JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kabar Baik, Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk Covid-19 Sudah 50 %. Menristek Sebut Indonesia Butuh Setidaknya 540 Juta Dosis karena Tak Cukup Disuntikkan Sekali

Ilustrasi vaksin. Foto: pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) terus berupaya mengembangkan vaksin untuk Covid-19.

Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini pengembangan vaksin Covid-19 buatan anak bangsa yang diberi nama vaksin Merah Putih telah mencapai 50 persen.

Disampaikan Menristek Bambang, proses pengembangan vaksin Merah Putih tersebut dilakukan Lembaga Molokuler Eijkman dan tahapan uji coba kepada hewan ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Kemudian jika berhasil, bibit vaksin akan diserahkan kepada PT Bio Farma untuk selanjutnya dilakukan tahapan uji klinis kepada manusia. Hal ini untuk mengetahui apakah vaksin Merah Putih aman dan dapat menjaga daya tahan tubuh manusia.

“Perkiraannya di triwulan ke-IV 2021 kita bisa memproduksi (vaksin) dalam jumlah besar,” kata Bambang dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Terancam 1 Tahun Penjara Gara-gara Nekat Gelar Konser Dangdut di Tengah Pandemi

Adapun bibit vaksin Merah Putih dikembangkan dari isolat virus yang beredar di Indonesia. Untuk itu, pemerintah optimistis vaksin Merah Putih dapat bekerja secara efektif melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya virus Corona penyebab Covid-19.

“Bibit vaksin yang dikembangkan (untuk) vaksin Merah Putih dari isolat virus yang beredar di Indonesia. Sehingga, kita berharap vaksin Merah Putih cocok menjaga daya tahan tubuh warga Indonesia terhadap Covid-19,” tutur Bambang.

Butuh 540 Juta Dosis

Lebih lanjut disampaikan Menristek Bambang, Indonesia setidaknya membutuhkan 540 juta dosis vaksin Merah Putih untuk menangkal penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Penipuan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta, Pelaku Mengaku Baru Lakukan Sekali. Alasannya Ingin Uang Lebih dan Nafsu Sesaat

Pasalnya, vaksin Merah Putih tersebut kemungkinan harus disuntikkan lebih dari satu kali untuk masing-masing individu agar mendapat kekebalan tubuh dari virus corona.

“Dari penelitian tahap awal, ada kemungkinan pemberian bisa lebih dari sekali dan itu setiap individu. Kalau penduduk sekitar 270 juta, yang harus divaksin minimal 540 juta dan otomatis butuh kapasitas produksi besar,” jelas Bambang.

Untuk itu, pemerintah mengajak perusahaan farmasi swasta untuk ikut dalam proses produksi vaksin Covid-19 merah putih. Keterlibatan pihak swasta ini agar kebutuhan vaksin corona dalam negeri dapat terpenuhi. “Sejauh ini ada 3 perusahaan potensial,” ucap dia. Liputan 6