JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Petani Karanganyar Menjerit Kesulitan, Distributor Pupuk Petrokimia Bantah Terjadi Kelangkaan. “Yang Terjadi Adalah Kekurangan Stok!”

Afid Nur Cahyo. Foto/Beni
Afid Dwi Warsono. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak distributor pupuk di Karanganyar menolak terjadi kelangkaan pupuk bersubdisi terkait keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk di lapangan.

Akan tetapi mereka memandang yang terjadi adalah kekurangan stok. Manager Area Distributor pupuk Petrokimia Wilayah Karanganyar-Sragen-Wonogiri, Afid Dwi Warsono menegaskan sebenarnya pupuk tidak langka tetapi hanya kekurangan sebab stok pupuk itu di kios masih ada.

Hanya saja mengingat untuk kontinyuitas kelangsungan musim tanam maka pupuk sengaja ditahan untuk diprogram. Hal itu agar bisa bertahan selama akhir musim tanam agar tidak terjadi gejolak.

“Berdasar data distribusi kami untuk selain pupuk urea dari Petro masih ada stok pupuknya tapi pesan Dinas Pertanian pada kami agar diwet-wet (ditahan) untuk mengantisipasi akhir musim tanam,” ujarnya saat ditemui wartawan Jumat (4/9/2020).

Baca Juga :  Pengurus Muhammadiyah se-Surakarta Konsolidasi Penundaan Muktamar. Berharap Tidak Ada Penundaan Lagi

Afid menjelaskan saat muncul berita kelangkaan pupuk pihaknya langsung menerjunkan tim di Karanganyar untuk mengecek seluruh kios dan ternyata untuk pupuk non urea masih aman.

Yakni pupuk jenis ZA, NPK, Ponska.
Bahkan untuk jenis pupuk organik Petroganik masih sangat aman.

“Kami sidak semua kios dan pengecer saat berita pupuk langka mencuat, ternyata stok masih ada kisaran 25%,” tandasnya.

Dijelaskan secara angka-angka stok pupuk dari Petro di Karanganyar masih aman di kisaran 25% stok tersedia.

Yakni posisi stok pupuk secara riil di Karanganyar Untuk pupuk ZA alikasinya hanya 3.722 ton per tahun, sedangkan RDKK 10.000 ton per tahu alias hanya disubsidi sebesar 37.05%.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Juga Landa Matesih Karanganyar. Satu Rumah Milik Joko Ludes Saat Penghuni Terlelap, Diduga Api dari Korsleting Listrik, Kerugian Ratusan Juta

Sementara sudah tersalur 2.609 ton alias 70 % sehingga pupuk ZA masih tersedia 30%.

Sedangkan untuk pupuk
SP6 tersedia sebanyak 2.611 ton sedangkan RDKK sebanyak 11.611 atau hanya mendapatkan subsidi hanya 22.05 %. Sedangkan distribusi riil sudah tersalur sebanyak 1.957 ton atau 75 %.

Adapun untuk pupuk ponska alokasi 16.659 ton RDKK 28.639 ton atau mendapat subsidi 73%.

Terpisah Kadinas Pertanian Karanganyar Siti Maisaroh mengatakan sudah lakukan antisipasi kelangkaan pupuk.

“Problemnya itu karena subsidi dari pemerintah hanya 60% maka kelangkaan pasti ada. Kita bertugas untuk mengatasi hal tersebut dan Alhhamdullilah sekarang sudah bisa diatasi” tandasnya. Beni Indra