JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Polisi Ungkap Ada Dugaan Tindak Pidana dalam Insiden Kebakaran di Kejakgung, Sebut Asal Api Bukan Akibat Korsleting

Ilustrasi kebakaran. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Polisi mengungkapkan telah menemukan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam insiden kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejakgung). Kasus kebakaran itu pun kini dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, dugaan tersebut muncul setelah dilakukan proses penyelidikan terhadap temuan di TKP, hasil olah TKP, dan pemeriksaan saksi.

“Dari beberapa temuan di TKP dan olah TKP dan pemeriksaan 131 saksi yang beberapa sedang kita lakukan pendalaman, maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” tutur Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020).

Listyo menyebut, dengan temuan tersebut maka penyidik sepakat menaikkan kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung dari penyelidikan ke penyidikan.

“Dengan Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP, di mana Pasal 187 barangsiapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan hukuman maksimal 12 tahun, 15 tahun, atau seumur hidup kalau menimbulkan korban dan Pasal 188 barangsiapa dengan sengaja melakukan kealpaan menyebabkan kebakaran maksimal 5 tahun,” jelas dia.

Baca Juga :  Bawaslu: 40 Balon Kepala Daerah Positif Covid-19, Tapi Nekat ke KPU

Lebih lanjut, dari hasil olah TKP, Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api pada kebakaran gedung utama Kejagung bukan akibat adanya hubungan arus pendek listrik atau korsleting, melainkan karena open flame atau nyala api terbuka.

“Dan pada saat kejadian kita dapati juga ada beberapa orang-orang yang ada di lantai 6 biro kepegawaian yang saat itu sedang melaksanakan renovasi, sehingga itu yang menjadi salah satu yang kami dalami,” Listyo menandaskan.

Total Kerugian

Sementara kebakaran gedung utama Kejagung masih dalam pendalaman penyidik, total kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp1,1 triliun.

Baca Juga :  Joko Tjandra Janjikan USD 1 Juta untuk Jaksa Pinangki

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menyampaikan, sebenarnya pihaknya belum dapat menghitung jumlah pasti kerugian tersebut.

“Perkiraan kerugian belum dihitung secara rinci, tapi kami sudah mendapat perkiraan sementara,” tutur Hari saat dikonfirmasi pada 1 September 2020 lalu.

Menurut Hari, ada dua jenis perkiraan kerugian. Yang pertama adalah terkait gedung dan bangunan, kemudian kedua soal isi yang ada dalam bangunan Kejaksaan Agung tersebut. “Perkiraan kerugian yang pertama gedung dan bangunan Rp178.327.638.121,” jelas dia.

Adapun kerugian dari isi bangunan, lanjutnya, dari peralatan sederhana hingga mesin canggih ditaksir mencapai Rp940.221.714.708. “Total Rp1.118.549.352.829 (Rp1,1 triliun), ini perkiraan sementara karena tim masih belum bisa memasuki area,” Hari menandaskan. Liputan 6