JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Satu Orang PKL Positif Covid-19, Malioboro Tidak Ditutup

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekalipun terdapat satu orang PKL di Malioboro yang positif Covid-19, Jumat (4/9/2020) lalu, namun pemerintah setempat belum terpikirkan untuk menutup sementara kawasan wisata Malioboro untuk umum.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sejauh ini para pedagang masih diizinkan membuka lapak, kecuali beberapa PKL yang lokasinya berdekatan dengan kios milik pasien tersebut.

Ia pun memastikan, mereka sekarang melakoni isolasi mandiri.

“Yang diliburkan hanya dua ruas (di Zona 3 pedestrian sisi barat) itu saja, karena kontak eratnya dengan almarhumah cukup tinggi. Jadi, selain di ruas-ruas itu, masih dibolehkan berjualan,” katanya, Senin (7/9/2020).

Menurut Heroe, setelah mengamati perkembangan kasus, pihaknya merasa belum perlu mengambil sikap mengenai penutupan sementara.

Baca Juga :  Kemenkes Dominasi Jumlah Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran di DKI Jakarta

Ia menandaskan, kebijakan lebih lanjut bakal diambilnya ketika hasil tracing dan swab terhadap kontak erat sudah tuntas.

“Kami masih memberi izin, karena proses tracing sedang berlangsung. Jadi, untuk mengambil kebijakan itu, akan didasari oleh hasil tracing, sekaligus swab, yang masih terus kami lakukan ya,” ungkapnya.

Ia berujar, berdasarkan hasil tracing, ditemukan 15 kontak erat, yakni delapan anggota keluarga, sementara sisanya merupakan rekan sesama pedagang.

Namun, imbuhnya, sampai sekarang, baru satu orang di antara15 kontak eratnya itu, yang menjalani swab test.

“Teman-teman di lapangan saya minta supaya bisa lebih cepat, karena setelah diliburkan dan masing-masig harus menjalani isolasi mandiri, ada kesulitan mengumpulkan kembali untuk swab,” terang Heroe.

Baca Juga :  Lakukan Swab Mandiri, Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19

“Semakin cepat, kita semakin bisa melakukan langkah-langkah lain untuk mencegah sebaran virus. Tetapi, kasus ini masih bisa kita kendalikan, karena kontak erat pasien ini dapat terlacak semuanya,” lanjutnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut juga memastikan, Pemkot belum punya rencana untuk melakukan swab test massal terhadap seluruh PKL di Malioboro yang jumlahnya mencapai ribuan.

Sebab, langkah itu dianggap kurang efektif.

“Kami mendorong yang ada interaksi dulu, agar sukarela menjalani swab test, sekaligus intensifkan tracing yang nanti akan diperluas. Tapi, saat ini diutamakan kontak eratnya dulu, lagipula saya kira kurang efektif kalau semuanya dites,” pungkasnya.

www.tribunnews.com