JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sekjend MUI Ancam Mundur Jika Program Sertifikasi Penceramah Dilanjutkan

(kiri ke kanan) Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) terkait dengan sertifikat penceramah memunculkan reaksi kontra dari sebagian pihak.
Bahkan, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengancam bakal mengundurkan diri dari jabatannya jika program itu dilanjutkan.

“Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerima (program ini), maka ketika itu juga saya Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga :  Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Harga Paket Ibadah Umrah di Masa Pandemi Diperkirakan Naik 10 Persen

Program sertifikasi penceramah telah dicanangkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi sejak awal ia menjabat. Tujuannya untuk mencegah tersebarnya ajaran-ajaran provokatif dan paham-paham radikal kepada masyarakat lewat masjid-masjid atau tempat ibadah lainnya.

Sertifikasi ditargetan bisa bergulir pada bulan ini. Untuk target awal, program ini bisa diikuti 8.200 penceramah.

Kementerian Agama akan melibatkan sejumlah lembaga seperti Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). MUI dan ormas Islam lainnya juga akan dilibatkan.

Baca Juga :  Segera Daftar, Program Kartu Prakerja Gelombang 10 Resmi Dibuka. Ingat Ini Gelombang Terakhir, Waktu Pendaftaran Cuma 3 Hari

Menurut Anwar, sikap Menteri Agama yang selalu bicara tentang radikalisme telah mendiskreditkan dan menyudutkan umat Islam.

“Maka dari itu, saya secara pribadi menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat ini,” ujarnya.

www.tempo.co