JOGLOSEMARNEWS.COM Panggung Film

Sineroom Hadir Karena Keprihatinan Terhadap Film-film Indonesia

lupita / joglosemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perfilman Indonesia pada masa emasnya di tahun 1980-an, menguasai bioskop-bioskop lokal. Tetapi, pada tahun 1990-an perfilman Indonesia anjlok dan dikuasai film-film asing seperti Hollywood, China dan Bollywood.

Sementara untuk saat ini, peRfilman Indonesia telah mulai kembali bangkit. Banyak industri film yang telah menggarap film-film lokal yang berkualitas.

Sineroom hadir pada tahun 2015, yang menjadi salah satu wadah untuk menampung perfilman Indonesia.

Terbentuknya bermula pada rasa ingin menonton film alternatif yang hanya bias diputar di festival film, bioskop-bioskop ternama juga sangat jarang memutar film-film tersebut.

Jika ada maka itu sekali tayang dan untuk di Semarang sendiri sangat jarang ada festival film.

Kondisi tersebut memunculkan ide bagaimana caranya untuk bias menonton dan menonjolkan karya-karya anak-anak bumi pertiwi.

Erma Yulia dan Ardia Agil Waskito sebagai perintis Sineroom merasakan harus ada yang menampung wadah perfilman Indonesia.

Sineroom bukan sebuah komunitas, melainkan lebih kepada kolektif sinema yang aktif di Semarang, yang memposisikan sebagai pengelola yang berfokus pada apresiasi, eksibisi, dan diskusi.

“Kita saat itu ketika melihat film-film karya local begitu menarik, danber beda dari film-film biasanya. Setelah kita memikirkan bagaimana caranya film-film lokal yang ternyata memiliki nilai estetiknya sendiri itu tetap bias laku di asaran,” ujar Ardia kepada Joglosemarnews.

Sineroom kini telah memutar ratusan film pendek dan film panjang, semua dari berbagai genre. Sineroom mewadahi film yang sulit diakses, seperti film-film local dan tidak memungkiri film-film luar Indonesia yang tidak diketahui oleh orang banyak.

Dalam pemilihan film yang di putar sineroom akan meyeleksi terlebih dahulu. Setelah diseleksi akan diberikan apresiasi kepada pembuat film.

Menurut Ardia, kesulitan yang dialami dalam Sineroomya adalah proses mencari film. Pasalnya, mencari film yang berbobot yang sesuai dan dapat diterima masyarakat adalah hal yang sulit.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan sineroom. Seperti penyelenggaraan program sinema dialog, rasan-rasan sinema, suara sinema dan sinema berbagi layar.

Sementara ini, sineroom tidak memiliki tempat menetap untuk pemutaran film. Sekarang untuk sementara waktu memilih alternatif berkerja sama dengan kafe-kafe yang memiliki tempat luas.

Dalam penyebaran informasi Sineroom menggunakan akun media social yaitu Instagram @sineroom. Di sana akan tersaji berbagai macam kegiatan yang menarik dari sineroom. Lupita – wandani