JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragedi Demokrat Terdepak dari Koalisi Pengusung Yuni-Suroto di Pilkada Sragen, DPP Langsung Turunkan Tim Investigasi. Sanksi Tegas hingga Pecat Menanti!

Rinto Subekti. Foto/Wardoyo
Rinto Subekti. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tragedi terdepaknya Partai Demokrat dari kursi koalisi parpol pengusung paslon Yuni-Suroto, berbuntut panjang.

Insiden ketidakhadiran Sekretaris DPC saat pendaftaran paslon ke KPU yang berimbas 5 kursi Demokrat seolah tak berharga itu, membuat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bereaksi keras.

DPP langsung menerjunkan tim investigasi ke Sragen untuk mengusut insiden tersebut. Hal itu disampaikan Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, Sabtu (5/9/2020).

“Terkait dinamika yang terjadi pada Demokrat saat pendaftraan, memang kami dari DPD sudah mengirimkan tim investigasi. Bahkan dari DPP juga,” paparnya saat memberikan klarifikasi didampingi bakal Cabup Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan lima pimpinan parpol pengusung, Sabtu (5/9/2020).

Rinto menguraikan pihaknya siap memberikan sanksi tegas apabila ada kader yang terbukti benar-benar sengaja melakukan manuver terkait dinamika saat pendaftaran ke KPU kemarin.

Ia juga mengaku sudah menginstruksikan dan memanggil semua jajaran DPC, PAC, ranting dan fraksi. Jika nantinya hasil investigasi menunjukkan ada salah satu kader yang tak sejalan dengan keputusan DPP untuk pemenangan Yuni-Suroto, sanksi tegas pun siap menanti.

Baca Juga :  Kisah Pilu 2 Nenek Miskin, Sasiyem dan Kasinem di Kedawung Sragen Kehilangan Rumah Gubugnya Yang Mendadak Ambruk. Satu Nenek Sempat Tertimpa dan Terjebak di Reruntuhan, Terpaksa Ngungsi di Rumah Dasinem

“Kalau sampai ada kader yang aneh-aneh, tidak mbantu kemenenangan pasangan Yuni-Suroto, maka kita akan berikan sanksi tegas,” tandasnya.

Soal sanksi, mantan anggota DPR RI itu mengisyaratkan sanksinya beragam tergantung tingkat pelanggaran. Mulai sanksi ringan hingga sanksi berat sampai pemecatan.

“Sanksi terberat ya jelas kita pecat, sanksi teringannya saya tidak tahu. Nanti lihat dulu hasil investigasinya. Apakah ada faktor eksternal, apakah ada keterlibatan kader, nanti kita lihat sejauh mana,” tegasnya.

Meski demikian, DPD menggaransi Demokrat tidak akan berpaling dari koalisi dan tetap solid untuk mendukung dan memenangkan Yuni-Suroto di Pilkada Sragen 9 Desember mendatang.

Rinto kemudian menyampaikan bahwa partainya bisa memahami aturan maupun peraturan KPU (PKPU) terkait proses pendaftaran paslon. Karenanya, partainya pun sudah paham dan ikhlas menerima konsekuensi ketika harus tercoret dari partai pengusung menjadi pendukung.

Baca Juga :  Paslon Yuni-Suroto Ciptakan Sejarah Baru di Pilkada Sragen. Ajak Masyarakat Antusias Datang ke TPS, Target Raih Suara 80 % 

“Terkait dinamika di KPU, tentunya kami bisa pahami. Bahwasanya sudah MS (memenuhi syarat). Jadi kami paham, tapi pada prinsipnya Demokrat siap tulus ikhlas tetap akan bekerja maksimal untuk kemenangan Yuni-Suroto,” terangnya.

Sementara, Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi atau Mas Bro yang hadir dalam pertemuan itu, meminta maaf atas dinamika yang terjadi sehingga proses pendaftaran paslon di KPU harus menunggu agak lama.

Namun, sebagai Ketua DPC, dirinya menyatakan bahwa Demokrat Sragen sudah menyerahkan proses pendaftaran ke KPU. Persoalan menjadi partai pengusung atau pendukung, menurutnya tidak jadi masalah dan tidak mengurangi soliditas di partainya.

“Yang penting kita tetap solid. Kita tetap gerakkan mesin struktural partai kita untuk memenangkan pasangan Yuni-Suroto. Kita justru akan lebih solid lagi karena kita harus merealisasikan komitmen kita. Dari awal kira tulus bahkan yang pertama kali mengusulkan. Ini kita anggap ujian menegakkan komitmen dan tekad kita untuk lanjutkan Yuni-Suroto,” tegasnya. Wardoyo