JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ustadz Muda Habib MA Berpulang, Bupati Sragen Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Almarhum yang Tak Mungkin Terlupakan. Sebut Almarhum Sosok Luar Biasa!

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka menghampiri Sragen. Pimpinan Pondok Pesantren El Nusa Shobo Guno Sragen sekaligus ustadz muda, Habib MA tutup usia, Minggu (20/9/2020) siang.

Ustadz sekaligus tokoh muda nahdlatul ulama (NU) di Kabupaten Sragen itu meninggal dunia akibat didera virus corona atau covid-19.

Kepergian ulama muda nan cerdas itu tak hanya menjadi kehilangan bagi Ponpes maupun kalangan NU Sragen. Namun, kepergian sang ustadz muda itu juga menjadi kehilangan tersendiri bagi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Bupati mengaku tak menyangka ustadz muda yang dikenal piawai dalam berdakwah itu pergi begitu cepat. Ia mengaku cukup mengenal dekat dengan ustadz Habib MA.

Bahkan, Yuni mengaku menyimpan kenangan berkesan ketika bersama almarhum yang tanpa kenal lelah mendampinginya berkeliling ke 20 kecamatan untuk menyambangi ustadz dan ustadzah semua Ponpes dan madrasah diniyah.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok ulama muda dan tokoh NU yang memiliki semangat luar biasa dalam memperjuangkan serta memajukan syiar agama Islam di lingkungan ponpes, madrasah maupu badqo TPA serta TPQ.

Baca Juga :  Berikut Daftar 16 Warga Sragen yang Positif Terpapar, 136 Sembuh dan Meninggal Dunia Hari Ini. Ada 6 Orang Dirawat di RSUD Moewardi Solo

“Kenangan bersama Mas Habib waktu keliling di 20 kecamatan menyambangi ustad, ustadzah dari badqo TPA dan TPQ , ponpes dan madrasah diniyah itu tidak akan pernah terlupakan. Satu kalimat untuk beliau, Mas Habib itu semangatnya luar biasa,” tutur bupati, Minggu (20/9/2020).

Orang pertama di jajaran Pemkab Sragen itu tak lupa mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan bisa tetap tabah dan bisa meneruskan perjuangan almarhum dalam memajukan syiar Islam di Ponpes.

“Sekali lagi, kami mewakili Pemkab dan masyarakat Sragen, menyampaikan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum bisa diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” pungkas Bupati Yuni.
Seperti diberitakan, almarhum mengembuskan nafas terakhirnya tadi siang pukul 12.15 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo. Almarhum meninggal dalam usia 42 tahun.

Baca Juga :  Karangan Bunga Viral yang Gegerkan Pernikahan warga Masaran Sragen Bertuliskan "Selamat Menikmati Uang Haram Rp 1 Miliar dari Nilep Arisan" Berujung Laporan Balik. Pengantin Perempuan Tak Terima dan Lapor Polisi, Tuntutannya Bikin Kaget!

Ulama muda itu dinyatakan positif terpapar covid-19 dari hasil swab yang diterbitkan pihak rumah sakit, Jumat (18/9/2020).

“Benar, almahum (Habib MA) meninggal dunia positif terkonfirmasi covid-19,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, Minggu (20/9/2020).

Tatag memastikan karena positif covid-19, proses pemakaman akan dilangsungkan secara protokol covid-19. Yakni jenazah langsung dibawa ke makam tanpa disemayamkan di kediaman almarhum.

Kemudian pemakaman dilakukan oleh petugas medis dengan pakaian APD lengkap.

Kades Tangkil, Suyono juga membenarkan almahum ustadz Habib MA meninggal dunia hari ini tadi. Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan di lokasi kompleks Ponpes El Nusa Shobo Guno di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen.

Almarhum meninggal di RSUD dr Moewardi Solo setelah sebelumnya dirawat di RSUD Sragen.

Almarhum dirujuk ke RSUD dr Moewardi pada Kamis (17/9/2020) kemudian hasil swab keluar Jumat (18/9/2020) dan menunjukkan positif covid-19.

“Pemakaman di lingkungan pondok pesantrennya. Ini warga sedang mempersiapkan pemakaman,” tukasnya. Wardoyo