JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Wouw… Hutan Tinjomoyo Bakal Dilengkapi Jembatan Kaca

Hutan wiasta Tinjomoyo Semarang ini menurut sejarahnya merupakan tempat bagi Sunan Kalijaga untuk mengheningkan cipta / lupita - joglosemarnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam waktu tidak lama lagi, kawasan wisata Hutan Tinjomoyo bakal memiliki penampilan yang berbeda, terutam adengan hadirnya atraksi jembatan kaca kawasan tersebut.

Kepala Seksi Sejarah dan Budaya Kota Semarang, Harry Dwi Prasetyo menjelaskan, hutan Tinjomoyo awal mulanya merupakan kebun binatang Tinjomoyo. Saat itu namanya lebih beken dengan sebutan kebun binatang (Bonbin) Semarang.

Pada tahun 2006, demikian Harry, kebun binatang Tinjomoyo dipindahkan ke Mangkang. Hal tersebut dilakukan karena kondisi tanah yang merupakan tanah gerak, sehingga membuat bangunan dan fasilitas umum sering mengalami longsor sehingga membuat kondisi binatang menjadi stres.

Faktor lain yang menjadi sebab kebun binatang dipindah ke Mangkang, yaitu runtuhnya jembatan yang menjadi jalan utama menuju kebun binatang Tinjomyo.

“Sejak pemindahan lokasi kebun binatang itu, kawasan tersebut menjadi terbengkalai dan mulai dilupakan masyarakat,” kisah Harry, sapaan akrabnya.

Namun, melihat potensi alam yang luar biasa, pemerintah setempat membuka wisata baru di kawasan bekas kebun binatang tersebut.

Sejak itulah lahir hutan wisata Tinjomoyo yang merupakan tempat wisata edukasi dan hiburan bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Baca Juga :  Gangguan Kamtibmas Meningkat, Kapolda Jateng Sebut 6 Poin Penting Yang Wajib Dipahami Semua Jajaran. Salah Satunya Tak Boleh Mudah Terpancing Emosi!

Dalam konsep itu, jelas Harry, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang ingin memanfaatkan tanah seluas 57,5 hetare itu menjadi kawan ekowisata yang lebih mengedukasi serta menghibur masyarakat Semarang.

“Nama Tinjomoyo dipilih karena wilayah itu dekat dengan wilayah Tinjomoyo yang berada di Kelurahan Sukarejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang,” ujar Harry kepada Joglosemarnews.

Harry mengatakan, hutan wisata Tinjomoyo selain menawarkan sensasi pemandangan alam, juga bisa menjadi wahana edukasi gelogi dan vegetasi alam.

“Pengunjung juga dapat mempelajari spesies hewan karena terdapat hewan-hewan yang sering berkeliaran di kawasan. Seperti monyet ekor panjang, burung elang, burung bangau, beberapa serangga dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Harry, selama pandemi Covid-19 ini, UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo mengevaluasi perkembangan kawasan wisata hutan tersebut.

Menyadari potensi hutan wisata Tinjomoyo yang demikian kompleks, Harry mengatakan, pihak UPTF akan memaksimalkan Tinjomoyo sebagai kawasan konserfasi atau ruang terbuka hijau yang digunakan sebagai wahana hiburan.

“Kini kita sedang menata ulang kawasan wisata. Akan banyak hal baru di kawasan ini,” ujar Harry.

Beberapa jenis aktivitas yang bisa menjadi ikon Hutan Wisata Tinjomoyo,menurut Harry antara lain mulai dari berkemah, airsoft gun, panahan, berkuda, out bond. Dan yang paling banyak ditunggu adalah jembatan kaca yang akan terbentang di atas sungai Kaligarang.

Baca Juga :  Cegah Pencegahan Penyebaran Virus Corona, Grab Luncurkan Layanan Digital

Menrut Harry, jembatan kaca tersebut akan menjadi daya tarik lebih terhadap kawasan wisata dan juga masyarakat sekitar.

Mulai 6 September 2020, jelas Harry, hutan wisata Tinjomoyo telah dibuka lagi untuk masyarakat umum. Di masa pandemi ini, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Kita siap berdampingan dengan pandemi, karena kita yakin kita bisa,” ujar Harry yang juga selaku Kepala UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo.

Membangun Tinjomoyo menjadi hutan wisata memang tidak semudah membalik telapak tangan. Cukup banyak tantangan menghadang, seperti kondisi alam yang sering terjadi longsor saat musim penghujan tiba, termasuk terjadinya pergeseran lempengan-lempengan tanah.

Ketidakpatuhan masyarakat untuk tidak berburu di sekitar kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo juga menjadi hambatan lain yang perlu mendapat perhatian.

Semua itu dapat terjadi apabila masyarakat mau mendukung dan saling bahu-membahu dalam membangun Hutan Wisata Tinjomoyo menjadi hutan kota yang edukatif dan menghibur. lupita – wandani