JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Agar Solo Terhindari dari Panggung Konflik Horisontal dan Terjaga Harmoni di Masyarakat, Inilah Kuncinya

Sarasehan bertema "Merawat Harmoni Kota Solo" digelar di Hotel Sunan. Foto: dok
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Sarasehan bertema “Merawat Harmoni Kota Solo” digelar di Hotel Sunan. Foto: dok

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Masalah komunikasi menjadi pekerjaan rumah bersama segenap elemen masyarakat Solo. Intensitas komunikasi adalah kunci Kota Solo tetap harmoni terhindar dari friksi dan konflik antar masyarakat. Hal ini mengemuka dalam Sarasehan “Merawat Harmoni Solo” di The Sunan Hotel, Senin (26/10/2020).

Acara yang digelar Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Solo ini dihadiri Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rano Tilaar, Dandim 0735 Letkol Inf Wiyata Sempena Aji, Wakapolresta Surakarta AKBP Deny Heryanto, sejumlah perwakilan media dan pegiat medsos.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo, Anas Syahirul menyebutkan alasan Solo menjadi kota yang nyaman. “Kuncinya karena kita bisa merawat harmoni. Komunikasi yang baik antarelemen masyarakat sangat dibutuhkan. Solo ini sangat unik dan menarik. Tugas kita adalah merawat dan mengingatkan walikota yang baru nanti.”

Tokoh masyarakat Solo, Sumartono Hadinoto juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi. “Komunikasi sangat penting. Apa artinya kita punya media, punya medsos dengan banyak follower tapi membuat Solo hancur. Maka inilah gunanya media dan medsos, untuk menjaga Solo. Kita jaga Solo tetap aman. Kita jaga Solo, jaga Indonesia. Sekecil apapun berkontribusi nyata untuk Indonesia. Semua punya tanggung jawab merawat harmoni Solo.”

Baca Juga :  Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ahmad Sukisno Terkenang Pernah Disanjung Almarhum Saat Cetak Gol Indah untuk Arseto Solo

Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rano Tilaar mengingatkan, saat ini masyarakat memasuki revolusi industri 4.0, di mana internet ke semua aspek kehidupan.

“Ketika kita mengedepankan kecepatan, ketepatan hilang. Kalau mengedepankan ketepatan, kecepatan hilang. Ini memang retorika yang sulit dilaksanakan. Namun ingat baik-baik, ada Kode Etik Jurnalistik. Peristiwa jadi berita, jangan banyak asumsi dan opini, tapi bagaimana mengedukasi masyarakat,” pesan Danrem.

Presidium Mafindo Niken Satyawati memantik diskusi dengan mengungkap banyaknya hoaks yang beredar di linimasa. “Ada banyak sekali hoaks. Ada UU ITE jelas ada ancaman hukuman bagi penyebar hoaks. Semoga kita tidak menjadi dalah satu orang yang ikut terjerat.”

Baca Juga :  KPU Solo Mulai Merakit 2.552 Kotak Suara Pilkada 2020

Hal senada dikatakan Wakapolresta Solo, AKBP Deny. Deny mengingatkan bahwa polisi menindak pelaku kejahatan termasuk penyebar hoaks apabila memenuhi pasal yang dilanggar.

Direktur Pemasaran PT Aksara Solopos, Suwarmin menyebutkan hoaks adalah keniscayaan, di tengah orang yang saling terhubung seperti sekarang. “Ketika semua orang bisa mempublish dan merekonstruksi dan mereproduksi pesan dengan tingkat kesadaran yang minim. Media ini menjadi pembersih hoaks. Karena mereka punya disiplin verifikasi.”

Pegiat medsos, Puguh Tri menambahkan Solo butuh banyak forum komunikasi antarelemen. “Kalau perlu diperbanyak guyon antarkelompok sehingga butuh forum silaturahmi,” ujar Puguh.

Ketua Pusat Studi dan Pengamalan Pancasila (PSPP) UNS, Solo, Prof Hermanu mengapresiasi Mafindo sebagai komunitas berbasis kerelawanan. “Mafindo harus terus bergerak ke lokus-lokus yang formal agar anak-anak kita tidak terjebak dalam disinformasi. Solo kita wujudkan sebagai kota yang penuh harmoni,” tutur dia.(ASA)