JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Aksi Damai, Tapi Ada 2 Bocah Peserta Demo UU Omnibus Law Polres Karanganyar Bawa Senjata Tajam. Langsung Dikeler ke Kepolisian

Foto/Beni

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Demo  menolak Undang-Undang Omnibuslaw yang berlangsung di Gedung DPRD Karanganyar berakhir pahit.

Pasalnya selain ada 73 orang yang sempat ditahan, polisi juga mengamankan dua orang yang membawa senjata tajam.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengatakan ada dua orang yang ditangkap karena membawa senjata tajam. Keduanya hingga berita ini diturunkan masih diinterograsi terkait sajam tersebut.

“Terus kita periksa dan kita kembangkan mengapa membawa sajam darimana asalnya dan untuk apa karena acara aksi demo damai kok membawa sajam,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Menurut Kapolres, keduanya juga usia dibawah umur dari ponpes Matesih dan Karangpandan. Mereka merupakan teman dari 73 orang yang diamankan di Polres Karanganyar saat hendak akan melakukan demo.

Setelah ditangkap, mereka digiring ke Mapolres lalu dilakukan penggeledahan dan didapati ada dua sajam mirip pisau.

Baca Juga :  KNPI Karanganyar Gelar Upacara  Peringati Sumpah Pemuda Di Lereng Gunung Lawu. Ini Maknanya!

Semula mereka tidak mengaku, lalu polisi melakukan penyelidikan terhadap 73 orang tersebut. Setelah diperiksa intensif akhirnya diketahui sajam itu dibawa oleh dua orang tersebut.

“Keduanya lalu dibawa ke ruang pemeriksaan untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap Kapolres.

Sementara itu Kordinator aksi demo Ustadz Fadlun masih belum percaya jika ada peserta yang membawa sajam karena aksi itu sudah dikondisikan dengan baik.

Selain itu semua peserta terkonfirmasi dengan detail nama dan alamat serta didampingi korlap masing-masing.

“Saya mendengar ada yang bawa sajam tapi saya belum percaya dan akan saya chek dulu sebab aksi ini damai dan sudah ada persiapan matang. Masak ada yang bawa sajam ya kita akan chek dulu,” tandasnya.

Baca Juga :  Terjadi Lagi, Pasal yang Hilang dan Jumlah Halaman yang Bertambah dalam Naskah UU Cipta Kerja. Ini Jawaban Istana

Fadlun pun merasa kaget dengan informasi tersebut sebab diyakini para peserta ini bukan anak jalanan tapi sudah dewasa sehingga kecil kemungkinan mereka berbuat kriminal. Apalagi ditempat keramaian dan dijaga polisi cukup banyak.

“Ya aneh rasanya ada yang membawa sajam. Jujur saja karena saya fokus di acara orasi dan audiensi dengan DPRD sehingga belum bisa mengikuti detailnya meski saya mendengar,” lanjutnya.

Sementara Anggota DPRD Karanganyar menerima permohonan pendemo untuk menyalurkan aspirasi mereka pada Ketua DPRRI melalui faxsimili agar segera cepat terkirim.

“Kita sampaikan apa yang dimaui pendemo yang jelas 5 anggota DPRD Karanganyar sudah mendengarkan aspirasinya,” kata Joko Pramono dari Fraksi PDIP usai menemui pendemo. Beni Indra