JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kesaksian Penjual Masker Akui Lihat Bu Guru DN Langsung Gogloh dan Nangis Saat Didatangi 2 Karyawan dan Dituduh Mengambil Barang di Indomaret. Begini Pengakuannya Saat Lihat Tas dan Joknya Digeledah!

Rizki, penjual masker di Gambiran, Sragen saat menjelaskan kronologi penuduhan dua karyawan Indomaret Beloran ke bu guru DN. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus tuduhan pencurian di Indomaret Beloran yang dialami bu guru berinisial DN (42) asal Masaran, menguak fakta baru.

Penjual masker di Gambiran, tempat kejadian penuduhan, mengungkan memang mendengar dua karyawan Indomarwet Beloran saat lontarkan tuduhan ke DN.

Hal itu diungkapkan penjual masker bernama Rizki asal Mageru, RT 2/1, Sragen itu saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/10/2020). Ia yang mangkal di tepi jalan Beloran, nembenarkan bahwa pada tanggal kejadian, bu guru DN sempat membeli maskernya.

Saat itu, DN membeli lima masker di tempatnya. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, datang dua orang laki-laki karyawan Indomaret Beloran berboncengan motor.

Dua laki-laki muda dengan seragam Indomaret itu kemudian berhenti di tempatnya jualan. Menurutnya, tanpa basa-basi, salah satu karyawan itu langsung melontarkan tuduhan ke DN.

“Nggak bilang permisi nggak apa. Begitu berhenti motornya, langsung nuduh bu guru itu dengan kalimat Buk we mau nang Indomaret njupuk barang opo wae (Bu tadi di Indomaret ambil barang apa saja),” ujar Rizki.

Saat itu, Rizki sedang jualan bersama istrinya. Kalimat tuduhan itu juga didengar oleh istrinya yang duduk tak jauh dari bu guru DN maupun kedua karyawan Indomaret itu.

Seketika mendengar tuduhan itu, menurut Rizki bu guru DN yang semula berdiri langsung gogloh, lemes lalu menangis. Bu Guru itu kaget dan syok tiba-tiba dituduh mengambil barang.

Rizki menyebut serta merta, bu guru DN langsung menyerahkan tasnya dan kontak motor ke karyawan Indomaret seraya bilang “Nyoh le gledahono tasku. Barange opo” (Ini tasku geledahlah, barangnya apa).

Baca Juga :  Waspadai Duo China, Nova Widianto Targetkan Ganda Campuran Praveen/Melati Minimal Sumbang Medali di Olimpiade Tokyo

Rizki turut menyaksikan penggeledahan tas dan jok motor. Ternyata tidak ada barang yang dituduhkan di tas DN maupun di jok motornya.

Meski tidak menemukan barang yang dituduhkan, bu guru DN tetap diajak ke Indomaret Beloran setelah datang satu karyawan lagi diduga pimpinannya.

“Setelah digeledah nggak ada, lalu datang satu orang karyawan mungkin pimpinannya. Trus bilang wis buk ayo nang Indomaret wae. Lalu bu guru DN bersama 3 karyawan itu ke Indomaret lagi,” tuturnya.

Rizky yang berlogat Jawa Timuran itu mengaku memang pernah mendapat surat panggilan memberikan keterangan sebagai saksi dari Polsek Sragen Kota. Namun saat tanggal yang ditentukan, dirinya berhalangan karena menunggui anaknya yang sedang sakit dan diopname di rumah sakit.

Ia pun tak keberatan jika kembali dimintai keterangan sebagai saksi. Dirinya siap memberikan kesaksian yang diketahuinya soal tuduhan dan hasil penggeledahan yang memang tidak ditemukan barang apa-apa di tas DN.

“Yang dituduhkan kelihatannya lipstik. Bukan masker,” tukasnya.

Seperti diberitakan, bu guru DN (42) asal Sidodadi, Masaran, Sragen nekat melaporkan tiga karyawan dan manajemen Indomaret Beloran ke polisi.

Pasalnya, ia tidak terima telah dituduh mencuri masker di minimarket yang berlokasi di depan Gedung DPRD Sragen tepatnya di Beloran, Kecamatan Sragen itu.

DN melapor ke Polsek Sragen Kota dengan menggandeng kuasa hukum Amriza Khoirul Fachri dari Sukowati Law Firm Sragen belum lama ini. Ada tiga karyawan yang dilaporkan yakni HK (26), MI (19) dan MR (23) ke Polsek dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Baca Juga :  Jenazah Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan Ditemukan Terjepit Jok dan Bodi Mobil Yang Ringsek

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Amriza mengungkapkan insiden tuduhan pencurian itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020 silam. Ceritanya, sekitar pukul 16.00 WIB, DN singgah ke Indomaret Beloran.

Saat itu ia masuk dan bertanya ke pelayan ” Mas napa wonten produk masker yang diskon (Mas apa ada produk masker yang diskon)”.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh salah satu pelayan, mboten enten Buk (tidak ada Bu).

Setelah dijawab tidak ada, DN tetap masuk dan menuju ke produk-produk kosmetik. Sembari melihat-lihat produk, kembali ia lontarkan pertanyaan sama apakah ada diskon Mas.

Lagi-lagi pertanyaan itu dijawab oleh karyawan dengan kalimat tidak ada.

Karena yang dicari tidak ada, DN bergegas keluar dari Indomaret untuk pulang menuju rumahnya di Masaran dengan sepeda motor.

Namun sesampai di wilayah Gambiran, barat lampu bangjo, ia berhenti untuk membeli masker di pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

Setelah memilih-milih, ia membeli lima buah masker. Namun saat hendak menuju motornya, mendadak ia didatangi dua orang karyawan Indomaret Beloran yang beberapa saat sebelumnya ia kunjungi.

“Saat itu sekitar pukul 17.00 WIB, klien saya didatangi 2 karyawan Indomaret. Satu di antaranya ada yang nyamperin  berkata “Buk jenengan teng Indomaret wau mendhet barang napa mawon (Bu, tadi di Indomaret ngambil barang apa saja),” papar Amriza, Sabtu (10/10/2020). Wardoyo