JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Bantu Pasarkan Produk Kesenian dari Para Pengrajin UMKM di Masa Pandemi, Kemendikbud Gandeng Tokopedia

Ilustrasi Tokopedia. Foto: Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya membantu para pengrajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kini turut terdampak pandemi. Salah satunya yakni membantu dalam segi pemasaran dengan menggandeng Tokopedia.

Kerja sama tersebut terwujud melalui peluncuran fitur pemasaran produk budaya, termasuk yang terdaftar dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTB) secara daring melalui platform Tokopedia.

Disampaikan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dengan menempatkan karya dari pelaku seni yang dikurasi dengan baik oleh Tokopedia diharapkan dapat membantu pengrajin yang selama ini kesulitan memasarkan karya mereka.

“Saya kira tujuannya untuk memberi ruang lebih luas bagi pelaku seniman agar karyanya bisa menjangkau publik lebih luas,” ujar Hilmar dalam konferensi pers virtual, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga :  Apa Kabar Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran 2021 di Wonogiri?, Infonya kok Malah Ada yang Turun

Terdapat 185 ragam produk yang sudah diakuisisi Dirjen Kebudayaan dan telah disinergikan oleh Tokopedia. Tak hanya sekedar memasarkan, Tokopedia juga ikut andil dalam pengembangan UMKM seperti capacity building dan pelatihan terkait IT.

Hilmi Adrianto, selaku Senior Lead Public Policy and Government Relations Tokopedia mengatakan, dengan adanya pemasaran produk budaya melalui daring, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan produk seperti lukisan, aksesoris, koleksi fesyen lebih mudah di tengah pandemi.

Saat ini Tokopedia telah mencatatkan 9,4 juta penjual yang hampir seluruhnya berasal dari UMKM. Sebanyak 94 persen berskala ultra mikro dan telah memasarkan 350 juta produk. Adapun jumlah pengguna Tokopedia telah mencapai 100 juta akun hingga saat ini.

Baca Juga :  Dampak Larangan Mudik, Okupansi Tak Bergerak, Tamu Masih Wait and See, Pihak Hotel Pasrah

“Harapannya pengrajin dan seniman dipermudah untuk bertahan di masa sulit dan berkontribusi pemulihan ekonomi,” ujar Hilmi dikutip Tempo.co.

Peluncuran kerja sama ini merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020. Di tengah pandemi, PKN 2020 menjadi sebuah perhelatan kebudayaan tradisi melalui daring.

Acara ini melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1.477 lukisan dipamerkan secara virtual dalam lima kategori pameran. Perhelatan PKN 2020 dimulai pada 31 Oktober – 30 November 2020.

www.tempo.co