JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Banyak Wisatawan Malioboro Terjaring Operasi Non Yustisi

Wisatawan luar daerah ikut dirazia penggunaan masker di kawasan Malioboro, Minggu (4/10/2020) / tribunnews
Wisatawan luar daerah ikut dirazia penggunaan masker di kawasan Malioboro, Minggu (4/10/2020) / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sanksi sosial terhadap pelanggaran protokol kesehatan, dipercaya masih cukup efektif untuk membuat jera para pelaku pelanggaran di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Para wisatawan dari DIY maupun luar DIY yang kedapatan melanggar aturan dengan tidak mengenakan masker pun oleh petugas langsung dikenai sanksi sosial.

Hampir semua pelaku pelanggaran menolak untuk diwawancarai wartawan. Hari Minggu (4/10/2020) kemarin, memang dilakukan operasi non yustisi terkait pandemi virus Corona.

Hasilnya, banyak wisatawan luar daerah ikut terjaring operasi non yustisi pemakaian masker di kawasan Malioboro.

Pantauan Tribunjogja.com, pukul 15.46 WIB personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri kembali menggelar razia kepatuhan penggunaan masker di halaman DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca Juga :  Ingin Kembangkan Usaha Jualan Sayur, Pria Ini Malah Mendekam di Tahanan Polsek Sleman, Ini Kisahnya

Koordinator Lapangan Satpol PP DIY, Sumantri mengatakan operasi kali ini rutin dilakukan oleh tim penegak hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY.

“Untuk Malioboro ini rutin setiap Jumat dan Minggu siang. Operasi ini bentuk aplikasi penegakkan Pergub 77 Tahun 2020 tentang pendisiplinan masyarakat untuk selalu melaksanakan 4M,” katanya saat ditemui, Minggu (4/10/2020).

Ia menambahkan, razia akan dilakukan selama dua jam ke depan.

Hingga pukul 16.00 WIB tim penegak hukum sudah menjaring sekitar 43 pelanggar.

Mereka kebanyakan warga DIY sendiri, meski ada pula wisatawan dari luar daerah yang tidak mengenakan masker dan ikut terjaring razia.

Baca Juga :  Demi Lindungi Warganya, Walikota Yogya Wajibkan Wisatawan Luar Tunjukkan Surat Sehat

“Sama saja. Baik itu warga Jogja maupun luar daerah kalau sudah masuk DIY harus mematuhi protokol. Karena itu sudah diundangkan melalui Pergub DIY. Tadi kami banyak juga masyarakat luar daerah,” tegasnya.

Ia menegaskan, sanksi sosial dirasa masih cukup untuk membuat jera masyarakat.

Harapannya masyarakat DIY lebih patuh dalam hal protokol kesehatan.

Kebanyakan wisatawan luar daerah menolak untuk diwawancara.

Mereka turut membersihkan halaman dewan dan kawasan Malioboro dengan menggunakan sapu.

Beberapa terpantau mereka datang dari Kota Semarang, Magelang hingga Pekalongan.

www.tribunnews.com