JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jawa Timur Tak Lagi Jadi Zona Merah Covid-19, Ini Pesan Gubernur Khofifah: Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Ilustrasi penyebaran virus corona atau covid-19. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar baik datang dari Satgas Penanganan Covid-19 untuk masyarakat di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang dinyatakan telah keluar dari zona merah. Tidak ada lagi wilayah di dua provinsi itu yang kini masuk kategori daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona.

Disampaikan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, seluruh kabupaten/kota di Jatim dan Sulsel yang sebelumnya masuk zona merah kini sudah berubah status menjadi zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan virus corona. Hal tersebut berdasarkan analisis data mingguan per 4 Oktober 2020.

“Dari segi zona risiko, kabupaten/kota dengan zona merah di Jatim dan Sulsel seluruhnya sudah berpindah ke zona oranye. Ini artinya tidak ada lagi zona merah di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” tutur Wiku, seperti dikutip Liputan 6 dari Antara, Selasa (6/10/2020).

Berdasarkan hasil analisis mingguan Satgas Covid-19, angka kesembuhan di Jatim hingga 4 Oktober 2020 mencapai 88,53 persen. Persentase itu membuat Jatim menjadi provinsi dengan angka kesembuhan tertinggi dari virus corona di antara 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19. “Tujuh dari 10 provinsi prioritas mengalami kenaikan angka sembuh di atas 70 persen. Provinsi dengan persentase sembuh tertinggi adalah Jatim dengan 88,53 persen,” ujar Wiku.

Baca Juga :  Usman Hamid: Kasus Munir Bisa Terungkap Jika Ditetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat

Sedangkan, Sulawesi Selatan mengalami penurunan kasus positif secara mingguan sebesar 30,1 persen per 4 Oktober 2020. Penurunan kasus positif yang dialami Sulsel menjadi yang terdalam dibandingkan 10 provinsi prioritas lainnya.

“Enam dari 10 provinsi mengalami penurunan yang signifkan, yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Penurunan paling signifikan terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 30,1 persen dan di Jawa Barat sebesar 28,5 persen,” ujar Wiku.

Sementara itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dirinya merasa bersyukur dengan kabar bahwa wilayah Jatim telah keluar dari zona merah Covid-19. Meski tak lagi berstatus zona merah, Khofifah menegaskan agar masyarakat Jatim dapat terus menegakkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Puncak Hujan Januari-Februari 2021, BMKG Ingatkan La Nina Bisa Tingkatkan Intensitas Curah Hujan dari Kondisi Normal

“Alhamdullilah. Sore ini update Gugus Tugas Covid-19 Nasional mencatat bawah provinsi Jawa Timur sudah bebas zona merah. Seiring testing dan tracing yang tetap ditingkatkan. Terima kasih kerja keras semua pihak dan seluruh masyarakat Jawa Timur. Mohon tetap patuh terhadap protokol kesehatan sampai berhenti penyebarannya,” tulis Khofifah dalam akun Instagram resminya @khofifah.ip, Selasa (6/10/2020).

Zona oranye di Jawa Timur tersisa 28 kabupaten dan kota antara lain Banyuwangi, Nganjuk, Tuban, Sidoarjo, Magetan, Ngawi, Sumenep, Lamongan, Bojonegoro, dan Kota Surabaya. Sedangkan zona kuning antara lain Pamekasan, Pacitan, Kota Blitar, Bangkalan, Kota Kediri, Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Malang dan Sampang. Liputan 6