JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Otak Aksi Penyerangan di Mertodranan Solo Akhirnya Ditangkap, Ternyata Berada di Jepara

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, mememberikan penjelasan terkait penangkapan otak aksi penyerangan di Mertodranan Solo, di Mapolresta Surakarta, Kamis (01/10/2020). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jajaran kepolisian Polresta Surakarta berhasil menangkap otak kasus penyerangan di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, beberapa waktu lalu.

Kedua tersangka itu masing-masing yang diamankan berinisial T dan S alias R dihadapkan ke awak media dalam jumpa pers di Mapolresta Surakarta, Kamis (01/10/2020).

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, tersangka R merupakan penggagas aksi penyerangan yang menyebabkan beberapa orang luka dan kendaraan mengalami kerusakan.

“Pelaku R merupakan otak. R menghasut, memprovokasi, dan melakukan survei pertama kali di lapangan,” kata Ade Safri.

Ade menjelaskan, tersangka T diamankan di Solo dan S alias R ditangkap di Jepara. Untuk peran T, dia adalah pengumpul benda-benda tajam. Penangkapan dua tersangka ini adalah pengembangan dari penyidikan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 Kabur dari RS Moewardi Solo Belum Kembali, Rudy Akan Jamin Logistik Jika Segera Isolasi Diri di Rumah

Kemungkinan akan berkembang Kasus ini dengan tersangka yang lebih banyak, mengingat saat ini orang yang ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) juga makin banyak.

“Ada lima orang yang kami terapkan DPO. Lima orang tersebut berinisial S,D,B,W,H,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan dan penyerangan pecah di Kampung Mertodranan Rt 1/1 Kel/Kec Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (08/08/20) petang menjelang maghrib. Sejumlah orang dikabarkan terluka setelah sebuah rumah di Pasar Kliwon tersebut digeruduk segerombolan orang.

Baca Juga :  Agar Solo Terhindari dari Panggung Konflik Horisontal dan Terjaga Harmoni di Masyarakat, Inilah Kuncinya

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat keluarga almarhum Assegaf bin Jufri menggelar acara midodareni atau tradisi doa bersma sebelum pernikahan. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut.

Para pelaku terancam Pasal 160 KUHP dan Pasal 335 KUHP tentang penghasutan untuk bertindak pidana kekerasan serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukuman adalah 12 tahun penjara. Prabowo