JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Telah Hadir, Buku Panduan Menulis Artikel untuk Guru

Dok Pribadi

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menulis artikel ilmiah populer untuk media massa, bagi yang belum terbiasa terkesan sulit. Padahal menulis, khususnya bagi guru, menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan kredit point dalam proses kenaikan pangkat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kini telah hadir buku panduan menulis artikel berjudul Menulis untuk Bahagia.

Buku terbitan Rumah Pelita Aksara tersebut ditulis oleh empat orang penulis, yang masing-masing memiliki spesifikasi berbeda, namun saling melengkapi.

Mereka adalah Didik Kartika, jurnalis senior, Suhamdani, jurnalis dan penulis, Albert Natalia, seorang praktisi hypnoteaching dan Andri Saptono, seorang penulis sekaligus owner penerbit Surya Pustaka Ilmu.

Menulis bukan hanya soal keterampilan teknis, namun juga menyangkut motivasi dan konsistensi. Selain hal tersebut, penulis artikel juga perlu mengetahui karakter media maupun penerbit buku yang akan dituju.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan, Mandiri Syariah Buka Layanan di RS JIH Solo

“Menulis itu kegiatan yang menyenangkan, apapun jenis tulisannya. Dengan konsep ini, maka menulis tidak lagi menjadi beban, sehingga orang menjadi lebih produktif,” ujar Andri Saptono kepada Joglomsemarnews.

Sementara menurut Didik Kartika, buku tersebut bersifat sangat praktis dan dapat digunakan sebagai panduan mandiri bagi guru untuk belajar menulis artikel.

Di dalamnya, dikupas mengenai cara penggalian ide, mengerucutkan ide, memperkaya tulisan, termasuk trik agar tulisan bisa menembus gawang media.

Bagi para guru yang mau menulis dan menerbitkan buku pun, mereka akan mendapatkan gambaran yang sangat jelas bagaimana teknisnya.

“Termasuk bagaimana menulis buku dan cara menerbitkan buku, semuanya dijelaskan dengan gamblang dalam buku ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepengurusan Baru DPD LDII Kota Solo Dilantik. Kegiatan saat Pandemi Digelar Virtual termasuk Pengajian di 300 Masjid LDII

Didik menjelaskan, masing-masing penulis dalam buku tersebut saling menunjang dan menguatkan. Suhamdani lebih fokus menjelaskan teknis penulisan artikel ilmiah populer dan Didik Kartika mengulas trik menembus media.

“Untuk mengatasi kebuntuan ide dan keringnya motivasi, pak Albert memberikan jawaban dalam tulisannya,” bebernya.

Berikutnya, jelas Didik, ketika guru hendak menulis dan menerbitkan sebuah buku, mereka tak perlu bingung lagi, karena Andri Saptono sebagai penulis dan pemilik penerbitan buku menjelaskan secara gamblang bagaimana teknisnya.

“Jadi hampir semua kebutuhan guru untuk menulis di media hingga menerbitkan buku, terjawab dalam buku ini,” ujarnya.

Dengan demikian, Didik berharap, cukup dengan membaca buku tersebut guru akan mampu menulis artikel, menembus media atau menulis dan menerbitkan buku. (*)