JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Pelaku Pengeroyokan Yang Lukai 2 Warga PSHT di Pilangsari Sragen Terdeteksi 3 Orang. Polisi Amankan BB Atribut PSHT dan Hasil Visum Korban

Ilustrasi kekerasan. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyidik Reskrim Polres Sragen mengisyaratkan sudah mendeteksi pelaku insiden pengeroyokan menimpa rombongan remaja warga perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) di dekat Terminal Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Senin (28/9/2020) malam.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengaku sudah mengantongi tiga orang yang terindikasi sebagai pelaku pengeroyokan.

“Kami sudah melakukan pendalaman. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan, termasuk korban. Sejauh ini mengerucut pada tiga orang pelaku,” papar Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/10/2020).

Kasat menguraikan saat ini penyidik masih mengintensifkan pemeriksaan. Dalam kasus ini, polisi sudah mengantongi beberapa bukti.

Di antaranya bukti visum dari kedua korban, keterangan saksi dan seragam PSHT yang dipakai korban saat kejadian.
Dua remaja yang diketahui merupakan warga PSHT parluh 16 mengalami luka setelah dikeroyok membabi buta oleh rombongan tak dikenal saat melintas di jalur dekat perempatan Pilangsari.

Korban diketahui berinisial GR (14) dan YP (13) keduanya asal Sragen. Saat kejadian mereka berenam dengan mengendarai tiga sepeda motor.

Baca Juga :  Bikin Onar dan Main Pukul, Grandong Akhirnya Ditangkap Polisi. Satu Korbannya Warga Tangen Dikepruk Pakai Herbel Sampai Bocor

Sedangkan pelakunya adalah rombongan bermotor sekitar 25 orang dengan mengendarai 15 sepeda motor berboncengan.

Situasi saat kejadian juga dikabarkan sempat mencekam. Empat rekan korban bahkan harus berlari dan sembunyi di toilet terminal untuk menghindari kejaran para pelaku.

Kasat Reskrim mengatakan kronologi aksi pengeroyokan bermula ketika korban bersama 4 temannya barusaja pulang latihan dari Training Camp (TC) di daerah Pilangsari.

Mereka berenam kemudian pulang bermotoran. Setiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB, mereka melaju dari arah selatan menuju ke arah jalan raya perempatan Pilangsari.

Saat mereka tiba di depan Terminal Pilangsari, mereka disalip rombongan pemuda tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

“Kemudian rombongan 15 motor itu berbalik setelah melihat korban dan teman-temannya. Mereka lalu menghentikan tiga motor rombongan korban. Lalu yang dua orang korban GR dan YP dipukuli oleh beberapa orang rombongan tak dikenal itu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (30/9/2020).

Tidak ada pembicaraan apapun. Beberapa orang dari gerombolan tak dikenal itu langsung memukul dan menendang dua remaja yang masih usia SMP itu bertubi-tubi.

Baca Juga :  Viral, Aksi Mesum Sepasang ABG Dimabuk Cinta di Taman Edupark Gemolong Sragen. Seolah Tak Peduli Situasi, Polisi Bakal Tingkatkan Patroli

Karena kalah fisik dan jumlah, kedua bocah itu hanya bisa pasrah menjadi bulan-bulanan beberapa pelaku. Setelah puas menghajar keduanya, para pelaku bersama rombongannya lalu kabur meninggalkan kedua korban yang luka tak berdaya.

“Korban satu mengalami luka di bagian wajah sedang korban satunya mengalami luka di bagian kaki akibat tendangan. Dua-duanya sudah divisum, tapi hanya luka ringan dan rawat jalan. Mereka masih bisa kembali beraktivitas,” terang Kasat Reskrim.

Selain melukai dua korban, Kasat menyampaikan dari keterangan korban, HP salah satu korban hilang dan diduga dirampas pelaku.

Sedangkan empat teman mereka lolos dari pengeroyokan setelah berhasil kabur saat rombongan pelaku mulai beringas.

AKP Guruh menambahkan saat ini pihaknya masih mengintensifkan penyelidan terkait kasus itu. Sudah ada beberapa saksi dan korban yang dimintai keterangan oleh penyidik.

“Mudah-mudahan pelakunya segera terungkap,” paparnya. Wardoyo