JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

UU Cipta Kerja Disahkan, 153 Investor Diklaim Bakal Masuk Indonesia

Pekerja tengah bekerja di salah satu pabrik tekstil. UU Cipta Kerja diharapkan bisa menarik investasi. Foto Ilustrasi. Dok
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 153 investor disebut bakal masuk ke Indonesia, menyusul disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Para pemodal itu berasal dari dalam dan luar negeri.

Klaim investor bakal membanjiri Indonesia itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Menurutnya, para investor berasal dari sejumlah negara, termasuk pengusaha dari dalam negeri.

“Ada relokasi berasal dari negara Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Cina, dan ada dari Eropa beberapa negara. Ada juga pengusaha dari dalam negeri, tidak hanya luar negeri,” ujar Bahlil dalam konferensi video, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga :  Geregetan UU Omnibus Law, Gabungan Buruh Karanganyar Geruduk Bupati Juliyatmono. Tegas Tolak UU, Desak Presiden Keluarkan Perpu

Adapun para pemodal tersebut, lanjut Bahlil, bergerak di sektor infrastruktur, industri manufaktur, perkebunan, kehutanan. pertambangan, kesehatan, energi, dan pariwisata.

Diungkapkan Bahlil, para investor tersebut sebenarnya selama ini sudah berniat menanamkan modalnya di Indonesia. Namun rencana tersebut tidak kunjung terealisasi lantaran perkara perizinan. “Selama ini tidak lakukan karena diputar-putar izinnya, diping-pong. Sekarang mereka mau investasi betul,” ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan, masuknya rencana investasi tersebut merupakan kabar baik karena akan membuka pasar kerja baru bagi jutaan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. “Jadi enggak benar kalau hanya menguntungkan pengusaha. 153 perusahaan otomatis akan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Terjadi Lagi, Pasal yang Hilang dan Jumlah Halaman yang Bertambah dalam Naskah UU Cipta Kerja. Ini Jawaban Istana

Bahlil juga menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah tenaga kerja lokal. Tenaga kerja asing hanya dibutuhkan untuk pekerjaan di level-level tertentu atau posisi yang membutuhkan keahlian khusus. “Jadi potensi (investasi) nanti akan lebih baik,” tegasnya.

Adapun, Bahlil optimistis target investasi sebesar Rp817 triliun pada tahun 2020 akan terealisasi. Selain didukung oleh berbagai transformasi kebijakan, progres investasi sampai kuartal III/2020 masih sesuai ekspektasi.

www.tempo.co