JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Penggembala Bebek Andi Setiono Ditemukan Tewas Mengenaskan di Tengah Sawah. Jasadnya Ditemukan Pencari Belut

Penemuan mayat di sawah. Foto/Humas Polda

PicsArt 11 22 12.23.12 1 750x536 1
Penemuan mayat di sawah. Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang penggembala bebek bernama Andi Setiono (32) warga Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten PurbaIingga ditemukan tewas di persawahan wilayah desa setempat, Sabtu malam.

Korban ditemukan oleh Yusup (41) warga desa setempat yang saat itu sedang mencari belut.

Polisi dari Polsek Rembang Polres Purbalingga yang mendatangi lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya melakukan pemeriksaan TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, bersama petugas medis memeriksa jenazah korban.

Baca Juga :  62.560 Vaksin Covid-19 Tiba di Semarang, Tapi Besok Hanya 3 Kabupaten/Kota yang Akan Gelar Vaksinasi

Kapolsek Rembang AKP Sunarto mengatakan bahwa sebelum ditemukan meninggal di sawah korban berpamitan pergi menggembala bebek sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga malam hari ia belum pulang ke rumah.

“Keluarga bersama warga kemudian mencari keberadaan korban di lokasi yang biasa digunakan untuk menggembala bebek. Korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dalam posisi tertelungkup oleh seorang pencari belut,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan.

Diduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Hal itu dikuatkan dengan pemeriksaan jenazah korban oleh dokter Puskesmas Rembang.

Baca Juga :  Perbaiki Atap Baja Ringan, Pekerja di Gubug Grobogan Tewas Tersengat Listrik

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga korban pingsan atau terjatuh saat sedang menggembala bebek dengan posisi tertelungkup hingga saluran napas tertutup air sawah kemudian meninggalkan dunia,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima kematian korban sebagai suatu musibah dan takdir yang sudah ditentukan Tuhan. Edward