JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas Terus Mengganas, Kasus Covid-19 Karanganyar Lampaui Angka 1.000. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 177

Prosesi pemakaman warga Karangpandan positif covid-19. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hari ini, Jumat (13/11/2020), jumlah kasus  warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1052 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak mencapai 2.466 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Jumat (13/11/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.055.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 4 Warga di 4 Kecamatan Kembali Dilaporkan Meninggal Dunia Hari Ini. Total Sudah 126 Warga Meninggal

Dari jumlah kasus itu, 230 orang masih dirawat, 755 sembuh dan 67 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.366 pasien.

Dari jumlah itu, 2.295 orang dinyatakan selesai pantauan, 113 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 177 orang.

Rinciannya 67 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 52 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.374 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 198 Orang

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo