JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Berbahagialah Buruh di Karanganyar, UMK 2021 Naik Jadi Rp 2.054 Juta, Tertinggi se-Soloraya. Ketua Apindo Langsung No Comment!

Daftar UMK se-Jateng. Sumber/Pemprov Jateng


 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar  tahun 2021, masih yang tertinggi di wilayah Solo Raya.

Berdasarkan Surat Keputusan  Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/62 tahun 2020 tentang UMK di 35 kabupaten Kota di Jawa Tengah, UMK Karanganyar tahun 2021 sebesar Rp 2.054.04,00 atau mengalami kenaikan 3,27 persen dari UMK tahun sebelumnya sebesar Rp 1.989.000.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja Koperasi  UKM (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar Martadi melalui sambungan telepon Minggu (22/11/2020) membenarkan jika gubernur Jawa tengah telah meegeluarkan SK mengenai UMK Jawa Tengah.

Dengan adanya kenaikan UMK ini, pihakya segera melakukan sosialisasi, baik kepada perusahaan maupun kepada para pekerja.

“ UMK sudah ditetapkan. Karanganyar masih tertinggi di Solo raya. Usulan kenaikan sebesar 3,27 persen ini disampaikan oleh bupati Karanaganyar setelah sebelumnya saat sidang  penetapan UMK, baik serikat pekerja dan pengusaha yang diwakili oleh Apindo tidak menemukan kata sepakat. Kenaikan UMK ini juga mengacu kepada surat dari gubernur Jawa Tengah tentang penetapan UMP tahun 2021,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Mendadak Makin Rajin Sambangi Pasien Positif Covid-19 Isoman di Rumah. Bantu 2 Susu, Jamu Bagas Waras dan Puding Labu!

Terkait dengan kemungkinan adanya permohonan penangguhan penerapan UMK tahun 2021 oleh perusahaan, Martadi  mengungkapkan jika upaya penangguhan tersebut merupakan hak perusahaan.

“Kalau keberatan, perusahaan dapat mengajukan  penangguhan,” kata dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ketua Apindo Karanganyar, Edy Darmawan enggan memberikan keterangan. Melalui pesan singkatnya, Edy menolak memberikan tanggapan.

“ Tanggapan saya, tidak berkomentar,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Apindo Karanganyar mengaku kecewa dengan usulan kenaikan UMK yang diajukan oleh bupati dan mendesak agar dilakukan revisi terhadap kenaikan tersebut. Wardoyo