JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Bobot Nilainya Kecil, Namun Dosen-dosen Unisri Tetap Rajin Lakukan Pengabdian Masyarakat

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk kali ketiga, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar seminar nasional pengabdian masyarakat (Senadimas).

Senadimas ketiga yang digelar secara virtual itu menghadirkan guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Rahmawati dan Aris Edi Sarwono, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi.

Senadimas bertajuk “Peningkatan Produk Teknologi Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Di Era New Normal” itu dibuka oleh Rektor Unisri Surakarta, Prof Dr Sutardi.

Menurut ketua panitia, Dorothea Ririn Indriastuti, SE, MSi, Senadimas ketiga itu memaparkan berbagai pengabdian masyarakat para dosen Universitas Slamet Riyadi selama masa pandemi Covid-19, yakni sejak Bulan Februari. Khususnya, penelitian yang berbasis teknologi.

Baca Juga :  Mahasiswa Fakultas Pertanian Unisri Edukasi Siswa SD Tanam Tanaman Hidroponik

Tujuannya untuk memberikan wacana dan wawasan para dosen, terutama dosen Universitas Slamet Riyadi akan pentingnya pengabdian masyarakat di samping hal-hal yang bersifat akademis.

Dikatakan, yang namanya pengabdian masyarakat tidak bisa hanya sekali action langsung ditinggal pergi. Pengabdian masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan dan harus ada tindak lanjut.

“Dan yang lebih penting lagi adalah memberi manfaat dan bisa dikembangkan masyarakat yang didampingi,” jelas Dorothea sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Selain memberdayakan masyarakat dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jelas dia, pengabdian masyarakat juga bisa menjadi sarana promosi perguruan tinggi.

Baca Juga :  Pusdatin Kemdikbud RI Sidak SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan Radio Solo Belajar

Rektor Unisri Surakarta Prof Dr Sutardi mengapresiasi para dosen Unisri yang masih punya semangat tinggi dalam pengabdian masyarakat, yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Padahal, jelasnya, bobot nilai pengabdian masyarakat boleh dibilang masih terlalu kecil untuk kelengkapan persyaratan kenaikan pangkat atau golongan.

“Kendati bobot nilai kecil, tapi saya mengapresiasi para dosen Universitas Slamet Riyadi yang tetap semangat melakukan pengabdian masyarakat di sela kesibukan mengajar para mahasiswa di kampus,” kata rektor dalam sambutanya. suhamdani