JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Demo Bela Islam di Sragen, Yang Demo Cuma Seratusan Orang, Yang Ngamankan Sampai 400 Polisi dan Brimob

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi saat diangkat ramai-ramai oleh personel Brimob usai bertugas mengamankan demo bela Islam di Alun-alun Sragen, Jumat (6/11/2020). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi demo bela Islam dan Nabi Muhammad di Alun-alun Sragen, Jumat (6/11/2020) menyisakan pemandangan menarik. Apa pasal?

Sebab ada ketimpangan jumlah peserta demo dengan personel pengamanan. Demo yang digelar berbagai ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam Sragen itu hanya diikuti sekitar 100an orang.

Namun yang mengamankan jauh lebih banyak yakni sampai 400 personel atau empat kali lipat. Beruntung, proses demo berjalan lancar sehingga tak ada hal-hal yang berarti.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan pihaknya tak mau underestimate terkait pengamanan demo tersebut.

“Ya tadi kita mengerahkan dari personil kita dari Polres Sragen sebanyak 250. Kemudian kita mendapatkan bantuan dari Brimob Polda Jateng sebanyak 150 sehingga total kekuatan hari ini yang disiapkan 400 orang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , sesuai memimpin pengamanan demo di depan Pemkab.

Baca Juga :  Masih Meledak, Tambah 47 Positif dan 3 Meninggal, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Tembus 1.573 Hari Ini. Total Warga Meninggal Naik Jadi 129 Orang

Kapolres mengatakan secara umum evaluasi pengamanan demo berlangsung lancar. Menurutnya hal itu tak lepas dari ketaatan peserta demo yang bisa melaksanakan dengan tertib.

“Tapi ini juga berkat kerjasama kita semua. Alhamdulillah semua lancar,” katanya.

Sementara, dalam aksi itu, massa menyerukan pernyataan sikap untuk mendesak pemerintah memutus hubungan diplomatik dengan Perancis. Selain itu mereka mendesak pemerintah segera menarik duta besar RI di Perancis dan memboikot seluruh produk-produk dari negeri Emanuel Macron itu.

IMG 20201106 WA0037
Momen penampakan patung replika dengan kepala berfoto Emanual Macron saat dipenggal oleh salah satu peserta demo bela Islam dan nabi Muhammad di Alun-Alun Sragen, Jumat (6/11/2020). Foto/Wardoyo

Aksi demo dipusatkan di Alun-alun dengan dipimpin Ketua FPI Sragen, Mala Kunaefi. Dalam orasinya, Mala menyerukan aksi demo dilandasi pernyataan Presiden Perancis, Emanuel Macron yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melecehkan agama Islam.

“Kalau mereka berani melecehkan nabi kita kita harus berani lawan. Siap hancurkan, siap bunuh. Takbir…!!” serunya di hadapan massa.

Baca Juga :  Fenomena Pilkada Calon Tunggal, Anggota DPR RI Ini Beber Kerugian-Kerugian Jika Masyarakat Pilih Kotak Kosong. Dari Kehilangan APBD Hingga Pembangunan Terhambat!

Mala kemudian menyatakan tidak ada hukuman yang pantas bagi penghina Islam dan Rasullulah, kecuali dibunuh. Ia juga menyerukan siapapun yang mencoba-coba membela pengkhianat, peleceh nabi wajib untuk dilawan.

“Kita tidak peduli mau siapapun itu. Mau ormas apapun, yang coba-coba membela penghina wajib kita lawan. Tidak ada hukuman setimpal bagi penghina nabi kecuali dibunuh,” tandasnya.

Dalam aksi yang dimulai bakda Jumatan itu, kemudian dilanjutkan pernyataan sikap. Intinya ada lima poin. Yakni mendorong pemerintah memboikot produk Perancis dan memutus hubungan diplomatik.

Kemudian menarik dubes RI, menghentikan persekusi terhadap ulama dan menyerukan semua umat Islam Sragen dan Indonesia memboikot semua produk Perancis.

Aksi berlangsung tertib dan dikawal puluhan aparat Polres dan Brimob. Usai orasi, massa langsung membubarkan diri dengan tertib. Wardoyo