JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duh Gusti, Setrum Tikus Makan Korban Lagi, Petani di Sidoharjo Sragen Sempat Terpental 2 Kali Usai Kesetrum Saat Memupuk di Sawah Tetangga

Ilustrasi tim relawan mengevakuasi korban setrum jebakan tikus. Foto/Wardoyo

IMG 20201112 162717
Ilustrasi tim relawan mengevakuasi korban setrum jebakan tikus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus setrum jebakan tikus kembali memakan korban. Kali ini, seorang petani tani asal Dukuh Nggebung, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen kesetrum jebakan tikus di persawahan milik tetangga yang juga bibinya sendiri.

Korban diketahui bernama Sriyanto (54) asal Dukuh Nggebung RT 23/ RW 05. Korban sempat terpental dua kali saat kesetrum kabel jebakan tikus yang dipasang di sawah Mbah Siti.

Ironisnya, setrum jebakan tikus itu dinyalakan saat masih hari terang sekitar pukul 15.30 WIB. Beruntung, Sriyanto masih dinaungi keberkahan dan lolos dari maut.

Ia berhasil bangkit  dua kali terpental sesaat setelah kesetrum kabel beraliran listrik. Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi pada Senin (2/11/2020) sore.

Menurut keterangan korban, ceritanya bermula ketika dia diminta bantuan memupuk tanaman padi di sawah bibinya. Sesampai di sawah, awalnya semua berjalan biasa saja.

Baca Juga :  Meledak Lagi, 37 Warga Sragen Terpapar dan 1 Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Covid-19 Melejit Jadi 1.392, Sudah 122 Warga Meninggal Dunia

Saat setengah kerjaan dan sampai tepian pematang, mendadak kakinya tersangkut kabel kecil. Seketika ia langsung terpental.

“Saya kepental sampai dua kali. Nggak tahunya di situ ada kabel kecil untuk jebakan tikus yang dipasang keliling sawah itu. Alhamdulillah saya masih selamat. Waktu kesetrum seketika saya ambruk dua kali. Tapi bisa bangkit,” paparnya Kamis (12/11/2020).

Sriyanto menceritakan saat kejadian, celakanya tak ada petani lain yang di sekitarnya. Sehingga tidak ada yang menolong.

Beruntung, ia bisa bangkit dan dengan sisa-sisa tenaganya ia bisa berjalan pulang dalam kondisi setengah sempoyongan.

“Pas kejadian nggak ada yang nolong Mas. Saya bisa bangkit dan pulang. Lukanya nggak parah tapi trauma. Saat itu tubuh rasanya ringan seperti melayang,” tukasnya.

Karena kejadian itu, ia langsung melaporkan ke Polsek Sidoharjo. Saat itu juga, kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Dengan pengawasan polisi, akhirnya pemilik sawah melepas semua kabel jebakan tikus yang dipasang di sawahnya.

Baca Juga :  Awas, Semua PNS DPMPTSP Sragen Yang Positif Covid-19 Ternyata Sempat Mengalami Gejala Yang Sama Seperti Ini. Satu PNS Sempat Nonreaktif Saat Rapid, Tapi Ketika Diswab Berubah Jadi Positif

Terpisah, Kapolsek Sidoharjo AKP Agung Ari Purnowo membenarkan sudah menerima laporan kasus kesetrum jebakan tikus itu. Sesaat setelah menerima laporan, tim langsung diterjunkan ke lokasi dan menemukan memang di sawah lokasi kejadian dipasangi kabel beraliran listrik untuk jebakan tikus.

“Kami sempat periksa pemilik sawah dan kami interogasi. Alasannya lupa mematikan listriknya. Kemudian kita berikan pemahaman akhirnya pemilik sawah mau melepas kabelnya di sawah dengan pengawasan kami,” tukasnya.

Atas kejadian itu, ia mengimbau kepada petani dan masyarakat untuk menghindari pemasangan setrum jebakan tikus di sawah. Jika masih ada yang memasang, diminta secara sadar segera melepasnya demi keselamatan bersama.

“Kami akan gandeng Pemdes untuk menyosialisasikan solusi memberantas hama tikus yang lebih aman,” tandasnya. Wardoyo