JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Geliat Aktivitas Warga Mulai Terasa, Jumlah Penumpang KRL Naik Dibanding Pekan Lalu

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengangkat tanda sinyal berangkat saat melepas penumpang peserta 'Mudik Bareng KAI' menggunakan kereta api Brantas jurusan Blitar, Jawa Timur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (26/5/ 2019) / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah kondisi pandemi yang masih menghantui, geliat dan dinamika kehidupan masyarakat kini mulai terasa, setidaknya hal itu terlihat dari jumlah pengguna sarana transportasi Kereta Api (KA).

Faktanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang pada Senin pagi, 16 November 2020, pukul 08.00 WIB tercatat ada 113.341 pengguna Kereta Rel Listrik (KRL).

Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan Senin (9/11/2020) pekan lalu, dengan penumpang KRL sebanyak 112.952 orang.

“KAI Commuter tetap mengoperasikan sebanyak 997 perjalanan KRL per harinya dengan waktu operasional mulai pukul 04.00-24.00 WIB,” ujar VP Corporate Communications PT KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/11/2020).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Muhammadiyah Ikut Sosialisasikan Vaksin Covid-19 Agar Masyarakat Tenang dan Peroleh Informasi yang Benar

Beberapa stasiun mencatat kenaikan jumlah penumpang. Stasiun Citayam dengan 8.609 pengguna hari ini, naik 19 persen dibanding pekan lalu; Stasiun Bekasi dengan 7.051 pengguna naik 13 persen; dan Stasiun Cilebut dengan 5.220 pengguna, naik 2 persen.

Ada juga stasiun yang jumlah penumpangnya turun, seperti Stasiun Bogor dengan 9,556 pengguna atau turun 1 persen dibanding pekan lalu.

Menurut Eva, meskipun ada kenaikan di beberapa stasiun, rata-rata kondisi pada pagi hari ini kondusif. Antrean terkendali dengan penyekatan yang diatur oleh petugas stasiun dalam rangka menerapkan jaga jarak antar penumpang.

“KAI Commuter berharap para pengguna dapat mengatur perjalanannya dengan lebih fleksibel dan memiliki kesadaran untuk tidak naik ke dalam kereta yang telah terisi para pengguna sesuai marka.”

Baca Juga :  Gubernur Anies Akui Kepatuhan 3M di Jakarta Menurun

Menurut Eva, hingga saat ini seluruh protokol kesehatan dan aturan tambahan dalam menggunakan KRL tetap berlaku. Aturan itu adalah warga lanjut usia atau di atas 60 tahun hanya dapat menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 WIB atau di luar jam sibuk.

Penumpang yang membawa barang yang dapat mengganggu penerapan jaga jarak juga hanya diperbolehkan naik di luar jam sibuk. Dan hingga kini, PT KAI masih melarang anak di bawah lima tahun untuk naik KRL.

www.tempo.co