JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Positif Covid-19 di Solo Melonjak, Warga Diminta Tidak Terlena dan Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Sosialisasi pencegahan Covid-19 dan Pembagian masker kepada pedagang pasar tradisional di Solo untuk mencegah corona. Foto: dok
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Sosialisasi pencegahan Covid-19 dan Pembagian masker kepada pedagang pasar tradisional di Solo untuk mencegah corona. Foto: dok

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Solo bertambah 131 orang sampai Minggu (15/11/2020). Dengan tambahan tersebut, jumlah kasus konfirmasi positif corona Kota Bengawan secara total kumulatif sudah mencapai 1.661.

Hingga Jumat (13/11/2020) jumlah kasus positif Covid-19 masih di angka 1.530 orang. Data di Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo menyebutkan ada penambahan jumlah terkonfirmasi positif Sabtu dan Minggu (14-15/11/2020) sebanyak 131 orang. Ada pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Sabtu dan Minggu.

Menurut Ketua Pelaksana Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani,  dari jumlah itu rinciannya sebagai berikut : sebanyak 1.026 orang sembuh, 436 orang isolasi mandiri, 124 orang rawat inap dan 75 orang meninggal dunia.

Terjadinya peningkatan jumlah positif Covid-19 pada akhir pekan ini bisa disebabkan beberapa faktor. Bisa karena faktor kerumunan massa saat liburan, hajatan dan lainnya.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 di Solo Belum Terbendung, Ada Tambahan 100 Kasus Baru, Penyebarannya Merata, Total 1.919

Menurut Ahyani, ini merupakan jumlah peningkatan yang paling tinggi semenjak kasus Covid-19 di Kota Solo. “Ada penambahan signifikan sebanyak 106 kasus. Ini menjadi sorotan kami karena pecahkan rekor terbanyak semenjak kasus corona muncul kali pertama di Solo Maret lalu,” paparnya, Senin (16/11/2020).

Terkait peningkatan jumlah kasus Covid-19 tersebut, Ahyani meminta masyarakat tidak menganggap sepele penyebaran viris Corona ini. Perilaku kebiasaan baru yang menyesuaikan protocol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Ia justru meminta masyarakat makin meningkatkan kesadaran menerapkan adaptasi perilaku kebiasaan baru karena aktifitas di masyarakat sudah mulai terbuka.

“Bahkan harusnya masyarakat makin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena saat ini aktifitas di masyarakat sudah diberikan kelonggaran. Tapi dengan catatan harus disiplin menerapkan protocol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru,” pintanya.

Ahyani juga menduga peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 itu dampak dari libur panjang akhir pekan Oktober lalu. Ia mengimbau masyarakat boleh saja keluar untuk berlibur tetapi harus disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga :  Lagi, Wali Kota Solo Bagikan 79 Handphone Untuk Siswa Kurang Mampu

Dikatakan Ahyani, sebenarnya kasus Covid-19 di Solo sempat turun pada Jumat (13/11/2020) jika dibandingkan pada Kamis sehari sebelumnya. Namun meningkat lagi pada Sabtu dan Minggu. Penambahan kasus baru ini tersebar di sejumlah kelurahan yang ada di lima kecamatan. Tambahan kasus ini ada yang dari klaster sebelumnya yang telah ditangani Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo.

“Ada juga yang swab mandiri dan naik kelas terkonfirmasi positif,” katanya.

Ahyani mengatakan, data Satgas Penanganan Covid-19 selama tiga hari, yakni Rabu sampai Jumat, ada 10 orang meninggal karena Corona. Kemudian Sabtu minggu 5 orang. “Kematian terbanyak terjadi pada Rabu kemarin sebanyak tujuh orang,” jelasnya. (A Syahirul)