JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Pemkab Batang Perkuat Komitmen dengan BKPM untuk Bendung Ruang Gerak Broker Investasi

Bupati Batang Wihaji saat memberikan keterangan kepada para awak media. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bupati Batang Wihaji menegaskan bahwa penyaringan pada para investor sebagai upaya mengefektifkan permasalahan perizinan dan meminimalkan adanya praktik percaloan (broker) investasi.

Ia juga mengungkapkan saat ini Pemkab Batang telah membangun sinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal mulai melakukan penyaringan terhadap para investor yang akan menanamkan modalnya di Kawasan Industri Terpadu Batang.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah memiliki direksi pemasaran yang dipenuhi oleh konsorsium KIT Batang. Hal ini sebagai tangan panjang BKPM dalam urusan investasi,”terang dia, kemarin.

Ia mengatakan semua investasi yang akan datang ke KIT Batang harus melalui satu pintu yaitu BKPM.

“Kita hanya melayani investasi saja dengan berkoordinasi dengan BKPM untuk memastikan apakah itu investor atau calo. Itu semua yang tahu persis BKPM,” katanya.

Dijelaskan oleh Wihaji lebih detail, KIT Batang dimiliki oleh empat konsorsium sebagai pemilik sahan yang terdiri atas PT PP, PT KIW, PT PN IX, dan Perumda Batang yang dalam pengelolaannya akan dipimpin oleh lima direksi.

“Lima direksi tersebut yakni direktur utama, direktur teknik, direktur pemasarang, direktur operasi, serta direktur keuangan,” sambung dia.

“Saat ini, konsorsium masih melakukan “assesment” untuk mengisi jabatan direktur pemasaran,” imbuh dia.

Wihaji juga menyampaikan, saat ini pihaknya juga telah memilah siapa saja yang mempunyai kemampuan dalam pemasaran dan berpengalaman. Ini masih dalam proses pencarian.

“Pada pekan depan, semoga sudah ada yang kita tunjuk untuk menduduki jabatan itu,” terang dia.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan BUMN dan lembaga pemerintahan bersinergi dalam melakukan pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Saat ini, PT PP (Persero) Tbk bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) sedang mempercepat proses pembangunan KIT Batang fase I seluas 450 hektare.

Baca Juga :  Sindikat Pembobol ATM Bank Jateng Dilumpuhkan di Brebes. Tersangkanya 8 Orang, Beraksi Pakai Linggis dan Gasak Uang Rp 179 Juta

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, pengembangan KIT Batang tahap pertama akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol KM 371+800, jalan sekunder sepanjang 11,4 km, jalan utama sepanjang 5,2 km, dan galeri pemasaran. Selain itu, dilakukan perluasan stasiun, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana sewa, dan IPAL sampah.

“Saat ini, PTPP bersama dengan KIW dan PTPN IX tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara, perizinan, dan pembangunan galeri pemasaran,” kata Novel dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2020) lalu.

Ia menyampaikan, progres pembangunan jalan akses sementara telah mencapai 90 persen, clearing dan grubbing zona I mencapai 44,8 persen, cut and fill zona pertama memiliki progres sebesar 1,32 persen, dan pembangunan galeri marketing telah mencapai 65 persen.

“PTPP bersinergi bersama KIW, PTPN IX, Perumda Batang, BKPM, Kementerian BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus mempercepat penyelesaian administrasi dan pekerjaan lapangan pembangunan KIT Batang fase I,” kata dia.

Menurut dia, sinergi yang dilakukan antara PTPP dengan beberapa BUMN dan lembaga pemerintahan merupakan salah satu inovasi model bisnis yang saat ini dijalankan perusahaan. Ia menambahkan, KIT Batang merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia.

Baca Juga :  Demi Sukses Pilkada, Dindukcapil Blora Beri Pelayanan Prima Bagi Warga Pemohon KTP Elektronik

“Oleh sebab itu, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia. PTPP optimistis pembangunan fase I dapat selesai sesuai yang ditargetkan pemerintah,” ucapnya.

KIT Batang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektare. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini didasarkan pada konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespon revolusi industri 4.0 di Indonesia maupun global.

KIT Batang dilayani oleh lima jaringan infrastruktur utama yang memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang menghubungkan pusat-pusat industri sepanjang Pulau Jawa, terjangkau oleh empat pelabuhan besar, tiga pelabuhan barang, satu bandara internasional, akses Jalan Tol Trans Jawa, dan akses Jalan Nasional Rute Satu Pantura.

“Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal masa depan,” ucapnya.

KIT Batang dibagi menjadi tiga klaster. Pada klaster pertama seluas 3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate & Industrial Township (Distrik Kreasi).

Klaster dua seluas 800 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi & Township (Distrik Inovasi), dan klaster tiga seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Rekreasi & Township (Distrik Rekreasi). Adapun pengembangan lahan fase pertama seluas 450 haktare masuk ke dalam rencana pengembangan klaster pertama, yaitu Distrik Kreasi. Satria Utama