JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Rutin Gelar Razia, BNN Kota Solo Ingatkan Pengunjung Hiburan Malam Soal Ini

Ilustrasi razia tempat hiburan malam. Foto. Dok
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo, AKBP Ridho Wahyudi menegaskan pihaknya tak menginjak pedal rem untuk razia narkoba. Salah satunya di lokasi yang menjadi sasaran razia adalah tempat hiburan malam.

Sejauh ini, BNN Kota Solo bersama dengan Satres Narkoba Polresta Solo akan rutin menggelar razia di tempat hiburan malam. Selain untuk menekan peredaran narkotika, juga untuk menunjukkan bahwa aparat tidak main-main dalam pemberantasan narkotika.

“Sinergi BNN dan Polresta Solo sudah berjalan. Jangan main-main dengan narkotika. Khususnya kepada masyarakat Solo yang suka ke tempat hiburan malam,” kata Ridho, Sabtu (07/11/2020).

Baca Juga :  Kemenkominfo Gelar Sosialisasi Pilkada Serentak di Solo

Dikatakan, dalam razia yang digelar pada Minggu (31/10/2020) lalu, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika pada lima orang yang diketahui positif narkoba dalam tes urine. Namun, apabila saat itu ditemukan barang bukti narkotika, proses berlanjut pada penyidikan.

Sedangkan, dalam tes urine itu menjadi parameter awal untuk mengetahui seorang pengguna narkotika. Kemudian, jika diketahui positif pada indikator alat tes urine, seseorang itu wajib mengikuti konseling untuk memastikan.

Terkadang, seseorang yang tengah menjalani pengobatan dapat menjadi positif pada tes urine.

“Kami juga fokus pada pencegahan seperti pencanangan kelurahan bersinar bebas narkotika. Kami juga segera membuat nota kesepahaman dengan stakeholder lain. Lalu, proses rehabilitasi turut melibatkan lingkungan,” paparnya.

Baca Juga :  Bantu Imunitas Pengurus Masjid Agung Solo, Habib Hasan Mulachela Bagikan Suplemen untuk Mencegah Covid-19. Ini Alasannya

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Solo, Kompol Djoko Satrio mengatakan, dalam razia tempat hiburan malam untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Selain itu, razia skala besar bertujuan agar masyarakat yang hendak melanggar hukum dapat mengurungkan niatnya. Dalam razia tersebut, petugas juga fokus dalam penegakan protokol kesehatan.

“Kami bersama BNN Solo tidak hanya fokus pada penyalahgunaan narkotika saja. Tetapi benda-benda seperti senjata tajam turut kami geledah. Kemudian, kami melaksanakan tes urine, hasilnya lima orang positif penggunaan narkotika,” tegas Djoko Satrio. Prabowo