JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Videomaker Jadi Peluang Profesi Menjanjikan di Era Milenial

Ilustrasi videomaker / pixabay

images
Ilustrasi videomaker / pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah era milenial belakangan ini, videomaker menjadi salah satu profesi yang memilikibpeluang besar untuk berkembang.

Pasalnya, di era seperti ini, hampir 70 persen periklanan berlangsung dengan media sosial (Medsos), di mana semua aspek kehidupan manusia nyaris terhubung dengan media sosial.

“Ini mengapa videomaker menjadi peluang menjanjikan, bahkan bagi mereka yang baru belajar,” jelas Putra Ausa, videomaker profesional kepada Joglosemarnews.

Putra mencontohkan, kini banyak job yang dapat dikerjakan oleh para videomaker pemula. Mulai dari wedding atau prewedding, iklan produk, compro dan lain-lain.

Menurut Putra, kini ada kecenderungan masyarakat tidak menggunakan tim besar dengan alat-alat shooting mahal.

“Sekarang cukup dengan dua atau tiga orang saja, produksi iklan di media sudah bisa jalan,” ujar pria yang mulai menekuni dunia videografi secara profesional sejak tahun 2018 itu.

Baca Juga :  Debat Publik II Pilkada Solo, Gibran-Teguh Telah Lakukan Persiapan Matang, Bajo Tak Lakukan Persiapan dan Klaim Kuasai Persoalan Kota Solo

Selain tak butuh banyak orang, lanjut Putra, pengerjaan iklan-iklan di media sosial juga dapat dilakukan dengan peralatan yanh minimalis, seperti kamera-kamera mirroless saat ini.

“Itu karena target sasarannya adalab FB, IG maupun youtube, yang tidak membutuhkan resolusi besar,” ungkapnya.

Putra mengatakan, semua orang pada dasarnya bisa menjadi videomaker, karena secara teknis keterampilan tersebut dapat dipelajari. Akan tetapi, jika sejak awal dilandasi dengan rasa suka dan hobi, hasilnya akan jauh lebih bagus.

“Karena bagaimanapun juga, ini adalah dunia art. Jadi ada sentuhan jiwa dan seni di dalamnya,” ujarnya.

Jika orang sudah berbekal rasa suka, ujar Putra, alat apapun dapat digunakan untuk belajar. Bahkan berbekal smartphone saja, seseorang sudah bisa menjadi seorang videomaker.

Baca Juga :  Geger Pria 72 Tahun Berondong Mobil Alphard dengan 8 Tembakan di Jalan Monginsidi Solo, Penumpang dan Sopirnya Selamat.  Ini Kronologinya!

“Tentu jika menggunakan kamera-kamera pro seperti DSLR atau mirroless hasilnya akan jauh lebih baik. Dan mulailah belajar basic videografy yang benar. Exposure, komposisi, camera movement, angle shoot, dan lain-lain,” ujarnya.

Kini, Putra Ausa bekerja fokus di bidang produksi video seperti compro dan periklanan. Dan baru belakangan ini dia merambah ke dunia pendidikan dan latihan (Diklat) videomaker.

Untuk melakukan pekerjaanya, Putra memiliki tim kecil yang berjumlah tiga orang. Bahkan, untuk membuat iklan-iklan di televisi pun menurut Putra, jumlah dan komposisi tim tersebut terbukti sudah cukup efektif. suhamdani