JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Aria Bima Sebut Takmir Masjid Jadi Garda Terdepan Kokohkan NKRI

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima yang digelar secara virtual di Solo, Rabu (16/12/2020). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARMEWS.COM — Dewasa ini marak isu agama digunakan sebagai alat “pemecah belah” Indonesia. Namun sampai saat ini upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena NKRI tetap kokoh bersatu.

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima yang digelar secara virtual di Solo, Rabu (16/12/2020).

“Indonesia memiliki toleransi yang sangat tinggi. Pecahnya Indonesia terjadi yang paling cepat karena agama. Tetapi saya yakin tidak akan terjadi karena mayoritas umat memiliki toleransi dan Islam adalah Rahmatan Lil Alamin,” urainya.

Baca Juga :  Awas, Jangan Mudah Percaya! Berita Pembukaan Program Kartu Prakerja Gelombang 12 Hoax

Maka dalam hal ini, lanjut Aria, peran pemuka agama seperti takmir masjid bisa menjadi garda terdepan dalam mengokohkan NKRI.

“Bertahun-tahun takmir masjid memiliki peran dalam memandu umat. Selain itu keberadaan masjid juga tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan keagamaan tapi juga fungsi sosial.

Di Solo, pemuka agama memformulasikan Solo sebagai contoh keberagaman. Sebab jika tidak ada formula maka tidak akan berumur panjang, perpecahan bisa terjadi. Maka dari Solo untuk Indonesia dan dari Solo bisa jadi teladan bagi Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bukan Tanpa Alasan, Ini Dasar Pemerintah Perpanjang Penerapan PPKM Jawa-Bali Sampai 8 Februari!

Sementara itu, sosialisasi 4 pilar secara virtual tersebut diikuti 50 takmir masjid di Kota Solo. Selain Aria Bima yang hadir secara virtual, acara tersebut juga menghadirkan KH Dian Nafi’, pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Solo sebagai pemateri.

Ditambahkan Staf Bale Rakyat Aria Bima, Guntur Widiantoro, sosialisasi digelar dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sebelum pelaksanaan, tempat untuk sosialisasi juga disemprot dengan disinfektan terlebih dulu. Setiap peserta juga wajib memakai masker dan menjaga jarak,” tukasnya. Prihatsari