JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Benarkah Angka Kematian Pasien COVID-19 di Wonogiri Tinggi, Lantas Siapa Saja sih Mereka ini? Simak Penjelasan Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Berikut Kuy

Bupati Joko Sutopo. JSnews. Aris Arianto

Bupati jekek10
Bupati Joko Sutopo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pasien COVID-19 yang meninggal di Wonogiri terbilang tinggi, yakni mencapai 4,7 persen.

Terkait hal ini Pemkab Wonogiri menegaskan mereka yang meninggal dunia mayoritas adalah klaster perjalanan. Mereka beraktifitas dan domisili bukan di dalam wilayah Wonogiri.

“Mereka yang meninggak ini darimana, harus dilihat notifikasinya dulu,” tandas Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Wonogiri saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPRD Wonogiri, Senin (14/12/2020).

Menurut dia, angka kematian pasien terkonfirmasi positif terpapar virus Corona di Wonogiri belakangan memang cukup tinggi yakni mencapai 4,7 persen. Namun begitu, perlu ditelusuri lebih jauh notifikasinya. Mulai dari aktivitas dan domisili yang bersangkutan.

Baca Juga :  Joko Sutopo Alias Jekek Tak Hadiri Penetapan Dirinya Sebagai Pemenang Pilkada Wonogiri 2020, Ternyata ini Penyebabnya

Berdasarkan data di website resmi Pemerintah Kabupaten Wonogiri, secara komulatif kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Wonogiri mencapai 892 orang. Untuk kasus aktif sebanyak 40 orang. Sementara itu, pasien yang dinyatakan meninggal 42 orang. Sedangkan pasien yang telah sembuh mencapai 810 orang.

“Hasil tracing kita, bahwa domisili korban (meninggal) ini bukan di Wonogiri. Mereka aktivitasnya mayoritas di kota-kota besar,” ujar dia.

Bupati mengatakan, pasien yang meninggal di Wonogiri didominasi oleh warga perantauan yang pulang ke kampung halaman atau klaster perjalanan. Mereka mempunyai aktivitas yang intens di kota-kota besar.

Mereka saat tiba di Wonogiri sudah dalam kondisi kritis atau kurang baik. Saat dirawat di RSUD Wonogiri selama dua hingga tiga hari kemudian meninggal.

Baca Juga :  Ini Efek Vaksin COVID-19, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Alias Jekek Mengaku Malah Tambah Semangat

“Rata-rata seperti itu, mereka dalam kesehariannya atau mobilitasnya tidak di Wonogiri,” kata dia.

Sebaliknya, kematian pasien positif COVID-19 yang berdomisili di Wonogiri atau bukan klaster perjalanan sangat minim. Hal itu sebut dia menandakan sosialisasi dan penanganan COVID-19 berjalan tertib dan bisa mengena ke masyarakat.

“Dalam melihat kasus ini bisa dilihat problem angka kematian di Wonogiri asalnya dari mana. Harus kritis sampai di sini. Ternyata, mereka yang meninggal sebagian besar dari perantauan,” sebut dia. Aria