JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diringkus Saat Pesta Sabu, Dwi Warga Gemolong Sragen Akui Barangnya Dipasok dari Taryadi!

Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang warga bernama Dwi Sungkono (41) asal Kelurahan Gemolong RT 4/2, Kecamatan Gemolong, Sragen digerebek polisi.

Pasalnya pria lulusan SMA yang bekerja swasta itu kedapatan sedang pesta sabu di rumahnya. Tersangka tak bisa berkutik setelah tim menyergap dan mendapati dia tengah teler dengan barang bukti alat hisap sabu dan paket sabu yang sempat dipakainya.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku candu haram itu memang hendak dipakainya sendiri. Saat ditanya darimana barang diperoleh, tersangka menyebut nama seseorang yakni Taryadi.

“Saat ini dia (Taryadi) masih DPO,” paparKapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas Iptu Suwarso kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (27/12/2020).

Data yang dihimpun di Mapolres Sragen Minggu (27/12/2020) penggerebekan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :  2 Mahasiswi Asal Sragen Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Misterius di Jalan Solo-Sragen Wilayah Masaran. Korban Disasak dari Depan, Lalu Ditinggalkan Begitu Saja

Kasubag Humas Iptu Suwarso mengungkapkan penangkapan Dwi berawal dari informasi dari masyarakat bahwa di sekitaran Kelurahan Gemolong sering dilakukan pesta narkoba.

“Kemudian Informasi tersebut segera ditindaklanjuti anggota Sat res Narkoba Polres Sragen yang dipimpin Kanit opsnal Ipda Agus Warsito. Setelah sampai dilokasi yang diinfokan kemudian Kanit opsnal langsung memploting anggota untuk melakukan patroli dan pemantauan. Kemudian pada pukul 15.00 WIB salah satu anggota mencurigai sebuah rumah di RT 4/2, Gemolong yang langsung dilakukan penggrebekan dan penggeledahan,” paparnya.

Iptu Suwarso menguraikan dalam proses penggeledahan tersebut, petugas mendapati tersangka tengah pesta sabu. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti satu plastik klip kecil berisi serbuk kristal narkotika jenis Shabu dengan berat kotor ± 0,56 gram.

Baca Juga :  Ada Tumpukan Uang Rp 2,016 Miliar di Meja Kejari Sragen dari Perkara Korupsi RSUD Sragen. Diterima dari Pengusaha Solo Rahardyan Wahyu, Diserahkan Kembali ke Kasda

Sebuah alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca bekas minuman soda, sebuah pipa kaca atau pipet yang didalamnya terdapat residu sisa pembakaran sabu.

“Lantas satu unit HP merk REALMI warna Biru dan sebuah korek api gas warna kuning. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Suwarso.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman (shabu) pasal 112 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009, Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. Wardoyo