JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gubernur Ganjar Tinjau TPS di Kota Semarang untuk Pastikan Kepatuhan Disiplin Protokol Kesehatan Saat Pilkada 2020

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang, Selasa (8/12). Foto : Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menggelar Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) besok, Rabu (8/12/2020). Pemilihan wali kota atau bupati kali ini diselenggarakan dengan kondisi yang berbeda dari yang sebelumnya.

Ini merupakan pilkada pertama yang digelar saat pandemi covid-19 melanda.

Berbagai upaya dan inovasi dilakukan penyelenggara dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan di seluruh tahapannya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang, Selasa (8/12/2020).

Pengecekan ini dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan penerapan protokol kesehatan (protkes), saat Pilkada 9 Desember.

Berangkat dari kantornya sekitar pukul 15.00, gubernur didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen Bakti Agus Fadjari dan Kajati Jateng Priyanto. Terlihat pula unsur dari Polda Jawa Tengah dan unsur terkait.

Dalam kegiatan, Ganjar mengunjungi tiga TPS, di Kebonagung, Tlogosari Wetan, dan Bangetayu Wetan. Kunjungan pertama di TPS 010 Kelurahan Kebonagung, Semarang Timur RW 4 RT 7, ia disambut oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ketua KPU Semarang Hendry Casandra Gultom.

Baca Juga :  871 Pasien Covid-19 Sembuh di Jateng Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Ganjar memastikan desain TPS berjarak dan mematuhi imbauan kesehatan. Ia juga mewanti-wanti agar Penyelenggara Pemungutan Suara proaktif. Petugas diminta sekaligus menyosialisasikan protokol kesehatan.

“Kalau perlu ada proses guide, itu wayang orang (menunjuk petugas PPS TPS 010) suruh ngomong, jangan pegang ini itu, apalagi ngupil, sudah cuci tangan belum. Jadi ini menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Ia juga memastikan, seluruh petugas yang bertugas telah dilakukan tes cepat (rapid test). Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan kemendagri, agar kendala E-KTP yang belum tercetak,segera dibereskan. Hal itu, untuk memastikan warga bisa menggunakan hak pilihnya.

“Ayo datang (ke TPS). Tertib, ora usah kesusu (tidak usah tergesa-gesa). Jadi nanti diatur jamnya. Pascapilihan tak perlu berkerumun, serahkan pada saksinya (dari calon). Kita minta semuanya menjaga agar tidak ada kerumunan,” paparnya.

Baca Juga :  Pemuda Asal Kapung Ditemukan di Kubangan Bekas Galian C di Desa Mrisi Tanggungharjo Grobogan dalam Kondisi Tak Bernyawa

Ketua KPU Kota Semarang Hendry Casandra Gultom mengatakan, sesuai peraturan di satu TPS hanya dibolehkan maksimal 500 orang pemilih. Sementara dalam pantauan, jumlah pemilih rerata tak lebih dari 300 orang.

Adapun, proses distribusi surat suara telah sampai pada kelurahan, untuk kemudian diserahkan pada masing-masing TPS.

Ketua PPS TPS 010 Kebonagung Gatot Nashari mengatakan, di TPS tersebut, sebanyak 251 orang pemilih akan menyalurkan suaranya. Sesuai dengan peraturan, nantinya pemilih akan diperiksa kesehatan sebelum menyalurkan suara.

Jika suhu badan melebihi 37 derajat celsius, yang bersangkutan akan dikarantina, dan memilih terpisah dari warga lain.

“Nantinya, akan dikarantina dulu kalau panas. Kemudian di cek surat C (undangan)- nya terlebih dahulu,” pungkasnya. Kahlil Tama