JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kapolda: Tidak ada Tempat Bagi Radikalisme, Terorisme, dan Premanisme di Jawa Tengah

Press release oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng, Rabu (30/12/2020). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan pemberantasan kelompok-kelompok intoleran menjadi atensi bagi kepolisian di provinsi ini.

“Tidak ada tempat bagi radikalisme, terorisme, dan premanisme di Jawa Tengah,” kata Luthfi saat pemaparan evaluasi kinerja Polda Jawa Tengah selama 2020 di Semarang, Rabu.

Baca Juga :  Calo CPNS Purbalingga Ditangkap Polisi. Raup Rp 370 Juta dari Korbannya dan Sempat Dibuatkan SK Palsu, Pemberkasan Ditarik Rp 75 Juta

Ia menjelaskan kelompok intoleran menganggap musuh orang-orang yang dinilai beda pemahaman.

“Intoleran ini beda dianggap musuh. Naik jadi radikal kalau bisa mengganti dasar negara, naik jadi teroris kalau sudah menggunakan alat,” katanya.

Terhadap kelompok-kelompok intoleran ini, kata dia, sulit diidentifikasi jika belum ada perbuatan yang dilakukan.

“Kalau belum ada perbuatannya bukan tindak pidana. Kalau sudah ada wujud perbuatan, sudah masuk pidana,” katanya.

Baca Juga :  Disekolahkan Jurusan Farmasi, Asisten Apoteker Ini Malah Khilaf Jadi Pengedar Pil Koplo. Terpaksa Harus Nginap di Penjara Dech!

Oleh karena itu, menurut dia, Bhabinkamtibmas menjadi “leading sector” untuk melakukan upaya pembinaan

“Saya juga telah mengingatkan para Kapolres untuk tidak memberi tempat bagi kelompok intoleran hingga premanisme,” tegas mantan Kapolresta Surakarta tersebut. Prabowo