JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menkes: Varian Baru Covid-19 Dapat Dihambat dengan Vaksin yang Kini Ada

Budi Gunadi Sadikin / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian baru Covid-19 masih dapat dihambat oleh vaksin yang sekarang ada, seperti buatan Sinovac atau Pfizer.

Demikian cuplikan obrolan antara Menkes dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Dalam bahasan itu, Budi Gunadi mengklaim bahwa varian baru Covid-19 di Indonesia secara konservatif belum teridentifikasi di Indonesia.

“Karena Indonesia belum rutin melakukan genome squencing, jadi orang yang sakit diambil sampelnya,” kata dia saat berbincang dengan Sandiaga Uno yang diunggah melalui akun Instagram, Minggu (3/1/2021).

Baca Juga :  Astaga, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tambah 14.224 Orang dalam Sehari, Terbanyak di DKI Jakarta. Kini Total Sudah Capai 896.642 Kasus

Genome squencing adalah prosedur laboratorium dalam meneliti seluruh rangkaian DNA untuk menentukan urutan genom/DNA suatu organisme.

Dia menuturkan dampak varian baru virus Covid-19, yaitu lebih cepat menular, tidak lebih mematikan, dan tetap bisa dideteksi virusnya dengan alat swab antigen atau PCR.

“Tidak bisa dideteksi strainnya atau mutasinya, tapi kalau orang kena virus ini dideteksi pasti kena,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksin Sinovac Diberlakukan, Vaksin Merah Putih Uji Klinis Juni 2021

Budi menuturkan, virus adalah kumpulan protein yang hidup. Di dalam tubuh virus, kumpulan protein ini memiliki banyak amino acid yang membuatnya dapat bermutasi.

“Dia virusnya bulet ada corona seperti tanduk-tanduk. Yang di dalamnya ada protein N, E, atau M yang tanduknya namanya protein S. Di dalam protein-protein ini banyak amino acid, komponen di dalam protein yang membentuk protein ini dan itu yang berubah-ubah,” kata Budi Gunadi.

www.tempo.co