JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Anggota DPR RI Paryono dan Istrinya Positif Terpapar Covid-19. Sempat Dirawat Selama 12 Hari di Solo, Begini Pesannya untuk Masyarakat!

Paryono dan sang istri. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota komisi II DPR RI asal Karanganyar, Paryono dinyatakan positif terpapar covid-19.

Namun kini legislator asal PDIP itu telah sembuh usai 12 hari di kamar Mawar 2 RS Moewardi Solo. Ia dan istrinya, Ria Ayu Rahayu (39) yang juga dinyatakan positif, akhirnya diizinkan pulang, Sabtu (09/01/2021).

Adapun hasil tracking keluarga diketahui terdapat satu asisten rumah tangganya dinyatakan reaktif dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

“Alhamdullilah saya sudah dinyatakan sembuh dan hasil swab terakhir hasilnya negatif,” tandas Paryono saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (09/01/2021).

Baca Juga :  Catat, 17 Investor Asing Diam-Diam Tanam Investasi di Karanganyar Senilai Rp 195 Miliar

Paryono menjelaskan belum diketahui dirinya terkena virus darimana. Yang jelas saat itu dirinya merasa flu selama lima hari tak kunjung sembuh.

Lalu ia bersama istri dilakukan rapid antigen dan diketahui hasilnya positif. Akhirnya mantan Wakil Bupati Karanganyar itu langsung menjalani perawatan di RS Moewardi Solo selama 12 hari.

Paryono menjelaskan selama dirawat di RS Moewardi dilakukan swab hingga 2 kali. Hasilnya swab pertam kali dinyatakan positif dan swab kedua hasilnya dinyatakan negatif.

Selanjutnya setelah kondisi membaik akhirnya Sabtu (09/01/2021) dirinya bersama istri diizinkan pulang.

Baca Juga :  Camat Jatiyoso Bantah Adanya Kelambanan Respons Penanganan kepada 7 Warga Desa Wukir Sawit yang Positif Covid-19. Ketakutan Warga untuk Ditracking Jadi Kendala

Selama menjalani perawatan tersebut , istrinya Ria Ayu Rahayu l, kondisinya cepat membaik. Bahkan Ria panggilan akrabnya sudah bisa berolahraga senam saat di rumah sakit.

Kini pasca kepulangan dari RS Moewardi, Paryono berpesan pada warga Karanganyar untuk benar-benar mentaati protokol kesehatan serta berhati-hati menghindari kerumunan.

“Ini pelajaran berharga agar kita semua waspada terhadap bahaya covid-19 jaga pola pergaulan hindari kerumunan dan patuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pasalnya menurutnya yang tergolong berbahaya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) karena bergaul dimana-mana padahal posisi reaktif tapi tidak terdeteksi. Beni Indra