JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Razia Masker di Karanganyar Bakal Digelar Tiap Hari. Pedagang yang Tak Pakai Masker Langsung Dilarang Jualan, Tiga Kali Ngeyel Seminggu Kios Ditutup Sampai Izin Dicabut!

Kepala Disdagnakerkop UMKM, Martadi saat memimpin razia pedagang di pasar Karanganyar. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi (Disdagnakerkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar gencar lakukan sidak ke seluruh pasar tradisional guna mencegah terjadinya klaster covid.

Pasalnya tren penyebaran covid di Karanganyar terus bergerak naik sehingga sidak dilakukan setiap hari tanpa jeda.

Kepala Disdagnakerkop dan UMKM Karanganyar, Martadi mengatakan sudah seminggu ini sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pihaknya terus keliling pasar melakukan sidak keliling ke seluruh pasar tradisional.

Hal itu dilakukan guna memantau langsung ketaatan penerapan protokol kesehatan para pedagang dan pembeli. Adapun sanksinya jika kedapatan tidak pakai masker, maka pada saat itu juga disuruh pulang dan tidak boleh berjualan.

Baca Juga :  Tim Sidak Karanganyar Dibikin Terkaget-Kaget, Ada Penyedap Rasa Kedaluwarsa 2017 Masih Dijual Bebas. Ada Obat Daftar G dan Keras Juga Dijual di Kios Sayuran

“Kalau besoknya tidak pakai masker lagi sanksinya tidak boleh berjualan selama dua hari. Jika tertangkap ketiga kali maka sanksinya dilarang berjualan seminggu. Dan jika ketahuan masih nekad lagi maka izin jualan di pasar akan dicabut izinnya alias tidak boleh berjualan selamanya,” papar Martadi kepada JOGLOSRMARNEWS.com, Rabu (20/1/2021).

Untuk mencatat data pelanggar, Martadi mengaku sudah mengintruksikan seluruh lurah pasar agar melaporkan pada kami dan langsung ditindak diberikan sanksinya saat itu juga.

Baca Juga :  Dikomandoi Rohadi Widodo, DPD PKS Karanganyar Sambangi Korban Keracunan Takjil dan Berikan Bantuan 50 Paket Sembako

“Kami sudah berikan sangsi pada 3 pedagang yang kedapatan tidak pakai masker. Saat itu juga mereka kami pulangkan dilarang berjualan satu hari,” ungkapnya.

Untuk itu Martadi meminta semua pedagang di pasar tradisional agar mentaati protokol kesehatan demi kenyamanan bersama.

Sebab jika sampai terjadi klaster covid di pasar maka penanganan sangat susah dan membahayakan semua pihak.

“Kami tidak ingin ini terjadi maka daripada kecolongan kami jemput bola dengan sidak setiap hari,” lanjutnya.

Martadi mengingatkan semua pihak agar meningkatkan kesadaran mentaati protokol kesehatan. Beni Indra