JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

2 Warga Purbalingga Tewas Mengenaskan di Hari Jumat Keramat. Yang Satu Tersambar Petir, Satunya Tertimpa Tembok

Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peristiwa nahas menyebabkan dua orang tewas terjadi di dua lokasi berbeda wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, Jumat (22/1/2021). Satu warga meninggal akibat tersambar petir, satu lainnya meninggal akibat tertimpa pagar tembok.

Kapolsek Bukateja Iptu Wartono saat dikonfirmasi, Sabtu (23/1/2021) mengatakan bahwa warga tersambar petir terjadi di persawahan Desa Majasari. Peristiwa tersebut terjadi sekira jam 14.45 WIB.

Korban yaitu Achmad Mujamil (60) seorang petani warga Desa Majasari RT 2 RW 3. Ia tersambar petir saat hendak pulang dari sawah ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga :  Ganjar Buka UKW PWI Jateng. Wartawan Harus Terus Membangun Profesionalisme untuk Hadapi Perubahan Bisnis Media yang Sangat Cepat

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawa korban tidak tertolong. Akibat tersambar petir, korban menderita luka bakar di sejumlah bagian tubuh,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, peristiwa kedua terjadi di wilayah Desa Cipawon Kecamatan Bukateja. Seorang warga tewas tertimpa bangunan pagar tembok saat bekerja memindahkan pasir yang akan digunakan untuk pembangunan rumah.

Korban bernama Chamdani (46) warga Desa Karangcengis RT 3 RW 7 Kecamatan Bukateja. Saat kejadian korban sedang memindahkan pasir di rumah milik Nurul Khasanah di Desa Cipawon RT 5 RW 4, yang masih kerabatnya.

Baca Juga :  Ngeri, Begini Kronologi Kecelakaan Maut yang Renggut Nyawa Sohimah. Awalnya Senggolan, Tubuh Sohimah Terpental Masuk Kolong Truk Lalu Terlindas

“Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban bersama dua anaknya sedang memindahkan pasir di dekat tembok. Tiba-tiba tembok roboh dan menimpa korban,” kata kapolsek.

Korban tertimpa tembok dalam posisi tengkurap. Setelah kejadian korban sempat ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit. Namun korban akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek menjelaskan dari hasil pemeriksaan di TKP penyebab tembok pagar yang terbuat dari batu bata roboh akibat kondisinya yang sudah lapuk. Tembok pagar berukuran 3×13 meter telah berusia kurang lebih 20 tahun. Selain itu, kontruksi pondasi hanya numpang. Edward