JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, PSBB Karanganyar 11-25 Januari, Bupati Tegaskan Semua Aktivitas Masyarakat Harus Stop Mulai Pukul 19.00 WIB Malam. Alun-alun Ditutup 2 Pekan, Wisata Boleh Buka Tapi Terbatas!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menggelar konferensi pers covid-19. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan memberlakukan pengetatan semua aktivitas kegiatan dan jam malam saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB akan diberlakukan serentak di semua wilayah Jawa dan Bali termasuk Karanganyar selama dua pekan mulai 11-25 Januari 2021 mendatang.

Selama 2 pekan mendatang, seluruh aktivitas masyarakat harus dihentikan mulai pukul 19.00 hingga 06.00 WIB termasuk pertokoan modern.

Alun-alun serta Taman Pancasila yang selama ini menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakat, ditutup selama 2 pekan pelaksanaan PSBB.

Baca Juga :  244 CPNS Karanganyar Resmi Terima SK Pengangkatan. Berikut Daftar Rincian Formasi dan Penempatannya!

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (8/1/2021). Kepada wartawan, ia mengatakan menyikapi instruksi Kemendagri perihal pelaksanaan PSBB khusus untuk Jawa-Bali Jumat (8/01/2021), pihaknya sudah menyiapkan SE Bupati sebagai tindaklanjutnya.

Menurut bupati, instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut akan dilaksanakan dengan baik. Nantinya seluruh fasilitas umum akan dihentikan atau ditutup sementara selama PSBB berlangsung.

“Kita dibawah Kemendagri, akan kita tindaklanjuti instruksi itu. Apalagi saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Kenaikan ini terjadi sebagai dampak liburan akhir tahun. Oleh karena itu, kita akan tindak lanjuti dengan pengetatan. Kita lakukan jam malam di semua wilayah,” papar bupati.

Baca Juga :  Kasus Mogok Kerja di PT GSS, Perusahaan Tegaskan, Aksi Mogok Tidak Sah

Bupati menambahkan untuk sektor pariwisata, masih tetap buka dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Satpol PP nantinya akan melakukan penertiban terhadap pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk sektor wisata, kita batasi jumlah pengunjung. Satpol PP nanti yang akan mendisiplinkan agar semua tidak lalai. Kegiatan disiang hari dengan pengetatan, dan malam hari di-off-kan mulai jam 19.00 WIB,” pungkasnya. Wardoyo