JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Resepsi Pernikahan di Masaran Sragen Diteror Karangan Bunga Sadis. Tamu-tamu Mendadak Syok Usai Baca Ucapan Uang Haram Rp 1 M, Adik Pengantin Langsung Mencak-Mencak dan Keluarkan Ancaman!

Karangan bunga yang viral di pesta pernikahan warga Masaran Sragen. Ternyata dikirim dari member grup arisan online yang merasa tertipu jadi korban adik mempelai. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keberadaan karangan bunga sadis yang mengguncang pesta pernikahan warga Masaran, Sragen dan viral di media sosial, akhirnya terkuak.

Ternyata karangan bunga sadis bertuliskan ‘Selamat Menikah Kakaknya Mia Wida, Selamat Menikmati Uang Haram 1 M Hasil Nilep Arisan, Kapan Nih Dibayar Shay. Member Arisan By Wida’ itu dikirim dari grup arisan online.

Belakangan baru terkuak jika arisan online itu digalang dan dikelola oleh adik sang pengantin berinisial MI (19).

Rupanya karangan bunga itu sengaja dikirim sebagai ungkapan kekesalan dari member arisan karena merasa tertipu.

Arisan online “By Wida” yang dijalankan oleh MI sejak awal 2020, ternyata mendadak macet beberapa bulan lalu. Celakanya dana setoran ratusan member yang mencapai Rp 1 Miliar lebih kini tak jelas juntrungannya.

MI yang disebut masih berstatus mahasiswi dan sang leader arisan asal Masaran itu, justru kabur dari tanggungjawab dengan alasan uangnya juga ketilep dan tak bisa melanjutkan arisan.

Lantas bagaimana reaksi tamu dan mempelai melihat karangan bunga yang nonjok banget itu?

Menurut salah satu korban arisan, Irene Junitasari (21) wirausahawan muda asal Ngrampal, Sragen yang didaulat menjadi delegasi untuk mengirimkan karangan bunga itu, menuturkan saat itu, dirinya juga hadir di pernikahan tersebut.

Ia menceritakan, awalnya saat karangan bunga viral itu tiba dari mobil florist, semua tampak biasa saja. Tamu yang hadir dan mempelai, masih tanpa reaksi.

Namun sesaat setelah karangan bunga itu diletakkan di depan pintu masuk lokasi pesta, para tamu baru bereaksi dan heboh.

“Kebetulan karangan bunganya agak besar dan sengaja kami pesan agar dipasang pas di depan pintu masuk paling depan. Jadi langsung kelihatan. Awalnya tamu dan pengantin belum ngehh (bergeming). Tapi setelah karangan bunga diletakkan beberapa saat dan mungkin mereka sudah baca tulisannya, mereka baru heboh. Tapi mungkin tamu-tamu nggak tahu siapa yang ngirim,” papar Irene kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (7/1/2021).

Baca Juga :  Tambah 13 Warga Sragen Positif Terpapar dan 3 Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Naik Jadi 4.100, 3.736 Sembuh dan 248 Meninggal

Irene menjelaskan setelah misinya mengirim karangan bunga selesai, ia pun kemudian meminta diri. Di resepsi itu, ia juga tak bisa bertemu dengan MI maupun mempelai pengantin.

Ancam di Grup Arisan

Setelah dua jam karangan bunga terpasang dan diunggah ke media sosial, MI baru bereaksi. Menurut Irene, saat itu MI muncul menebar ancaman via Grup member arisan.

“Dua jam setelah itu, MI share di grup dia ngancam awas ya yang kirim bunga saya usut sampai tuntas sampai Polres. Katanya pencemaran nama baik. Kami juga tidak takut karena kami menuntut hak kami, minta uang kami dikembalikan,” tegas Irene.

Menurutnya karangan bunga itu sengaja dikirim untuk memberikan pelajaran kepada MI dan mempelai yang tak lain adalah kakak MI. Sebab akibat ulah MI yang lari dari tanggungjawab, kini ratusan peserta arisan kehilangan hampir Rp 1 miliar lebih.

Berulangkali didesak dan ditanyakan, MI justru lari dan menghindar.

“Yang nikah itu sebenarnya kakaknya (MI). Tapi kakaknya itu juga ada sangkut pautnya sama dia. Kalau nggak, nggak mungkin tahu semua pendataan arisan online yang dikelola dia. Nah kemarin pas nikahan makanya itu, memang member (anggota arisan) sepakat memesan karangan bunga itu Dari member sudah rundingan, perwakilannya memang saya yang datang ke nikahan itu,” urai Irene.

500 Lebih Member

Tak tanggung-tanggung, menurut datanya, arisan online yang dikelola MI beranggotakan lebih dari 500 peserta. Mereka ada 3 grup dengan masing-masing grup berisi lebih dari 150 member.

Baca Juga :  Berikut Daftar 16 Warga Sragen yang Positif Terpapar, 136 Sembuh dan Meninggal Dunia Hari Ini. Ada 6 Orang Dirawat di RSUD Moewardi Solo

“Setorannya bervariasi. Ada yang Rp 500.000, Rp 1 juta, 3 juta, Rp 5 juta, Rp 20 juta sampai Rp 50 juta juga ada. Kalau ditotal, ada lebih dari Rp 1 miliar yang dilarikan dan belum dikembalikan ke anggota. Kami sudah berulangkali menanyakan dan meminta tanggungjawab, tapi nggak ada itikad baik dan malah tanggapannya nggak baik,” urainya.

Perempuan muda yang juga wirausaha itu mengaku awalnya tertarik ikut arisan By Wida karena saudaranya. Dia dan saudaranya asal Tanon total sudah setor Rp 17 juta.

Namun belum sepeser pun uang kembali, justru pemimpin arisan malah membelot dan arisan berhenti tanpa kejelasan. Padahal masih ratusan anggota yang belum dapat arisan dengan setoran puluhan juta.

Karena tak ada itikad baik itulah, para anggota arisan yang merasa jadi korban, akhirnya sepakat melapor ke Polres Sragen.

Irene menyebut laporan dilakukan tanggal 9 November 2020 sebelum pesta pernikahan kakak MI. Keluhan para member yang jadi korban sempat diunggah di sosial media pada Desember kemarin dan berujung viral.

“Nah, setelah viral dan kami lapor polisi, baru si pengelola arisan ini mulai menunjukkan gelagat,” imbuh Irene.

Meski begitu, bentuk pertanggungjawabnya dinilai tidak memuaskan dan tak sesuai harapan. Uang belasan hingga puluhan juta dari setoran anggota akan diganti dengan mencicil Rp 20.000.

“Itu juga tidak ke semua anggota arisan dia bilang begitu. Kan itikadnya memang nggak mau tanggungjawab,” tandasnya.

Merasa jengkel dan MI yang makin menghindar, akhirnya member arisan berinisiatif urunan untuk mengirim karangan bunga tersebut. (*/Wardoyo)