JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kabar Baik, Program Kartu Prakerja Lanjut di 2021. Pendaftaran untuk Gelombang 12 Bakal Segera Dibuka

Ilustrasi kartu prakerja. Foto: prakerja.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bagi Anda yang pernah mendaftar program kartu prakerja dan belum pernah lolos, jangan khawatir karena program tersebut akan kembali dilanjutkan pada 2021. Pendaftaran untuk gelombang 12 juga akan segera diumumkan.

Disampaikan Head of Communication Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, program Kartu Prakerja dipastikan akan berlanjut di tahun 2021. “Program Kartu Prakerja akan berlanjut di 2021 dengan pembukaan gelombang 12,” ujar Louisa, Sabtu (2/1/2021).

Kendati demikian, Louisa belum bisa menyampaikan secara pasti kapan pembukaan gelombang 12 ini akan dilaksanakan. Hal itu lantaran semuanya masih bergantung kepada keputusan Komite Cipta Kerja.

“Jadwal pendaftaran dan mekanisme program akan diputuskan oleh Komite Cipta Kerja. Begitu sudah ada keputusan akan segera kami umumkan,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga telah memastikan bahwa program kartu prakerja akan berlanjut di 2021. Program kartu prakerja tahun ini tidak akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pun dengan anggaran akan dikembalikan seperti perencanaan, yakni Rp10 triliun.

Baca Juga :  Novel dan 74 Pegawai KPK Bisa Tempuh 5 Opsi Ini Jika Ingin Persoalkan SK Penonaktifan Atas Mereka

“Tahun depan kita akan kembali ke dana yang Rp10 triliun karena program bantuan pemerintah disesuaikan dengan situasi dengan harapannya pandemi ini akan turun,” ujar Airlangga pada 15 Desember 2020 lalu.

Sementara itu, menurut pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Hendri Saparini, keberadaan program kartu prakerja dinilai telah dapat mempercepat proses inklusi keuangan di masa pandemi Covid-19. Itu karena program semi bantuan sosial ini terealisasi dengan sistem digital.

Mulai dari sistem pelatihan sampai penyaluran insentif yang menggunakan platform digital dan melibatkan perusahaan financial technology (fintech).

Baca Juga :  Sengketa Kelenteng Kwan Sing Bio, Hakim PN Tuban Sebut Perbuatan Tergugat Melawan Hukum

“Kami memberikan dukungan dan apresiasi karena program ini menggunakan fintech dalam proses penyaluran bantuan tunainya,” kata Hendri dalam Press Briefing Indonesia Fintech Society (IFSoc): Outlook Fintech 2021 di Jakarta.

Hendri mengatakan, penggunaan teknologi dalam penyaluran bantuan dinilai lebih efektif, lebih transparan dan stabilitas program lebih mudah dikontrol.

Diketahui hingga 27 November 2020 lalu, Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran program kartu prakerja telah mencapai Rp19,89 triliun dari total anggaran Rp 20 triliun.

Keberhasilan ini, lanjut Hendri, perlu menjadi sorotan karena perusahaan fintech ikut berperan dalam penanganan dampak pandemi.

Untuk itu, penyaluran bantuan sosial di tahun 2021 perlu dilakukan dengan cara serupa. Di samping itu, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi secara intens dan menyediakan akses layanan digital kepada masyarakat. Liputan 6