JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Sederet Kandungan Nutrisi dalam Bayam, Kaya Vitamin hingga Mampu Tangkal Berbagai Penyakit

Bayam. pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM — Bayam merupakan sayuran yang mudah didapat, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Sayuran ini sering dimasak menjadi pecel ataupun sayur bening.

Sebenarnya bayam memiliki rasa yang biasa, tetapi di balik rasanya yang biasa saja, kandungan gizi di dalam bayam cukup tinggi.

Dilansir di laman Health, Sabtu (2/1/2021), bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi. Sebanyak tiga cangkir bayam mentah, memiliki kandungan 20 kalori, tanpa lemak, dua gram protein, dan tiga gram karbohidrat yang terdiri atas dua gram sebagai serat, dan satu gram karbohidrat bersih. Meski memiliki sedikit kalori, bayam dikemas dengan nutrisi.

Kaya  Vitamin

Selain itu, dalam tiga cangkir bayam, juga mengandung lebih dari 300 persen kebutuhan harian akan vitamin K yang bermanfaat untuk kesehatan tulang. Bayam juga mengandung lebih dari 160 persen kebutuhan harian vitamin A, dan sekitar 40 persen vitamin C, yang keduanya mendukung fungsi kekebalan dan meningkatkan kesehatan kulit.

Baca Juga :  7 Jenis Minyak Goreng yang Menyehatkan dan yang Sebaiknya Dibatasi

Bayam juga mengandung 45 persen dari kebutuhan harian folat, yaitu vitamin B yang membantu pembentukan sel darah merah dan DNA. Bayam memasok 15 persen dari kebutuhan harian untuk zat besi dan magnesium, 10 persen untuk kalium, dan 6 persen untuk kalsium, bersama dengan sejumlah kecil vitamin B lainnya.

Bayam juga menjadi makanan yang kaya akan antioksidan. Selain banyak vitamin dan mineral, bayam memberikan antioksidan yang terkait dengan anti-inflamasi dan perlindungan penyakit.

Baca Juga :  Pasien Jantung Belum Layak Disuntik Vaksin Sinovac, Berikut Ini Penderita Jenis Penyakit yang Layak dan tidak Layak Disuntik Sinovac

Tak hanya itu, bayam merupakan makanan fungsional. Berdasarkan aktivitas fitokimia dan senyawa bioaktif yang terjadi secara alami pada bayam, makanan ini bisa melakukan perlindungan pada tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function, zat yang diturunkan dari bayam ini dapat mengurangi stres oksidatif, kerusakan DNA, dan penyakit. Bayam juga dapat secara positif mempengaruhi ekspresi gen yang terlibat dalam metabolisme dan peradangan.

Bayam memicu pelepasan hormon rasa kenyang, yang bisa membuat kita merasa lebih kenyang dan puas. Untuk alasan ini, para peneliti menyimpulkan, makan lebih banyak bayam dapat membantu menangkis penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas. Jadi, masih ragu untuk makan bayam?

www.republika.co.id